Array
(
    [data] => Array
        (
            [post_id] => 42606
            [type_id] => 1
            [user_id] => 21741
            [status_id] => 1
            [category_id] => 13
            [project_id] => 0
            [title] => Ab Wado mi ui Ari (Ikan besar dan Anak Yatim Piatu)
            [content] => 

Ikan besar : otou supach.

   pemuda kampung Jirtag: kita harus berbuat seolah-olah tidak mendengar makian dari ikan  tersebut.

kepala kampung Jirtag:  sebentar malam kita harus mengadakan pertemuan untuk membicarakan kapan ikan besar itu akan kita bunuh, alat yang harus di pakai untuk membunuh ikan besar itu adalah busur, anak panah, dan juga tombak, besok hari sudah mulai pagi kita semua harus bergegas untuk pergi ke sungai membunuh ikan itu lagi. Dan ketika nanti kita sudah sampai di sungai itu nanti kalian harus membagi posisi kalian masing-masing seperti semula. Dan di antara kita yang ada ini sala satu dari kita yang akan memanggil ikan tersebut.

pemudah kampung Jirtag: opo char-chari si apang me nitaring.

Ikan besar: otou supach.

pemudah kampung Jirtag: opo char-chari si apang me nitaring.

Kepala kampung Jirtag:  sudahlah saudara-saudara ku, kita sudah memanggil ikan besar itu sudah berkali-kali tetapi ikan besar itu tidak mau menunjukan dirinya, dia cuman hanya membalas dengan makian saja, dan sekarang hari sudah mulai soreh dan kitapun tidak membawa bekal untuk dimakan, perut kita sudah terasa lapar, ayolah kita harus segera bergegas pulang ke kampung sekarang. Dan ketika kita sudah sampai di kampung dan sudah menghilangkan rasa lapar kita maka mau tidak mau kita semua harus mengadakan pertemuan lagi untuk membahas ikan besar itu lagi dan sehabis membahas ikan tersebut barulah kita pulang kerumah kita masing-masing untuk beristrahat.

Kepala kampung Jirtag:  ayolah saudara-saudaraku hari sudah mulai pagi kita harus melanjutkan perjalanan kita menuju sungai itu, dan nanti kalau sudah sampai di sungai sala satu dari kalian harus memanggil ikan itu lagi.

Pemudah kampung Jirtag: opo char-chari si apang me nitaring.

Ikan besar: otou supach.

pemudah kampung Jirtag:  saya sudah tidak sabar dan tidak tahan lagi untuk membunuh ikan besar itu, tidak ada cara lain lagi yang harus kita gunakan, saya harus memanah ke dalam sungai itu, dan ingat nanti kalau saya memanah dan ikan itu muncul maka kalian yang memegang pana dan tombak harus cepat-cepat membunuh ikan itu. Dan jika nanti ikan itu sudah mati kita harus masuk kedalam sungai itu untuk mengambil ikan besar itu dan memotongnya lalu membawa pulang ke kampung Jirtag untuk mengadakan pesta besar-besaran dan semua warga di undang semua selain tiga anak yatim piatu itu.

sulung:  semalam saya bermimipi bahwa kampung kita akan tenggelang karena orang-orang yang berada di kampung Jirtag ini sudah membunuh ikan besar yang ada di sungai dan memakannya. Akan tetapi karena kita bertiga tidak memakan ikan besar itu maka kita akan selamat. Namun kita harus mengambil batu tungku dari dapur untuk di bawa. Saat air sudah memenuhi kampung itu kita bertiga harus membuang batu tersebut ke dalam genangan air, jika batunya berbunyi pelan maka itu pertanda bahwa airnya dalam sehingga kita tidak boleh mengikuti arah tersebut namun ketika bunyi genangan air itu besar itu tandanya dangkal sehingga kita harus mengikuti arah tersebut hingga ke bukit. Namun ketika kita sudah selamat jangan sekali-kali kita melihat kembali ke kampung kita.

kakek: wahai cucu-cucuku kalian harus melakukan hal yang sama seperti yang dimimpikan itu.

 

kakek: wahai orang-orang dari kampung Jirtag aku ada membawa arak yang sangat banyak ayo kemari dan meminum arak ini. Sekarang kalian semua sudah mabuk, saya akan menancapkan seabatng lidi di tanah dan saya akan menyuruh kalian untuk mencabut lidi itu. Akan tetapi dari kalian tidak ada satu orangpun yang sanggup mencabut lidi itu maka aku akan mencabut lidi itu sendiri dan lama kelamahan air akan keluar dari lubang lidi dan banjir besar akan menenggelamkan kampung kalian.

Sulung: saya membuang batu tungku dari dapur kita dan membuangnya kedalam genangan air tetapi bunyinya sangat kecil yang bertanda bahwa genangan itu masih dalam . dan membuang batu tungku yang keduapun sama. Bungsu coba kamu membuang batu tungku kamu kedalam genangan air itu pasti bunyinya berbeda.

Bungsu: wahai kaka-kakaku batu yang saya lempar ini bunyinya besar mungkin ini arah yang kita harus ikuti untuk menuju kearah bukit. Kaka aku sudah kecapaian menaiki bukit ini.

Sulung: biar sini kaka akan menggendong kamu sambil menaiki bukit ini sampai diatas bukit.

 

[slug] => ab-wado-mi-ui-ari-ikan-besar-dan-anak-yatim-piatu [url] => [is_commented] => 1 [tags] => None [thumb] => file_1516850727.jpg [trending_topic] => 0 [trending_comment] => 0 [total_viewer] => 60 [issued] => 0 [author] => Siti sumanti [username] => Sitisumanti [avatar] => avatar.png [status_name] => published [category_name] => Cerpen [type_name] => article [kode_multiple] => [total_comment] => 0 [total_likes] => 0 [created_at] => 2018-01-25T10:25:27+07:00 [updated_at] => 2018-08-20T22:12:17+07:00 [deleted_at] => ) [process_time] => 32.028603ms [status] => 200 )