Naskah Drama Rana Kulan

Siti Rohannah
Karya Siti Rohannah Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 16 Januari 2018
Naskah Drama Rana Kulan

RANA KULAN

 

            (Suatu hari Beni dan Marsel pergi ke kebun mereka dan tidak lupa pula Beni mengajak anjingnya).

            Marsel: Beni !!! hari ini kamu tidak ke kebun

           Beni   : Ia saya pergi, tapi tunggu sebentar saya siap-siap dulu

Marsel: Oh iya, saya akan menunggu kamu kita berangkat bersama-sama karena saya  juga mau ke kebun                                                                                                                                                 

Beni : Oke baiklah

(Setelah Beni selesai bersiap-siap, merekapun berangkat ke kebun bersama-sama. Tetapi sepanjang perjalanan mereka belum mebicarakan sesuatu tetapi mata marsel selalu tertuju pada anjing itu dan diapun merasa kagum sekali dengan anjing peliharaaan Beni sambil berjalan ia berkata)

Marsel: Beni !!! saya liat anjing kamu ini setia sekali dan dia mengerti kalau kamu                  menyuruhnya untuk mengusir babi hutan.

Beni : Ia, sejak kecil saya selalu merawatnya dengan baik juga melatihnya untuk  membantu saya dalam melakukan pekerjaan

Marsel: Oh ia. Pantas saja saya sering melihat dia membantumu. Tapi bagaimana caramu membuatnya bisa mengerti apa yang kamu katakan

Beni : kalau masalah itu saya mengajarnya dengan cara yang sederhana seperti memberikannya nama,memberi makan tepat waktu dan selalu mengajaknya kemanapun saya pergi.           

Marsel: Ooh.. jadi hanya itu saja cara kamu mengajarinya

Beni   : Iya, begitu saja.

Kemudian Beni bertanya kembali ke Marsel tentang kebun mereka.

Beni   : Marsel bagaimana keadaan kebun kamu apakah tidak terjadi masalah

Marsel: Kalau untuk masalah di kebun tanaman seperti padi dan cengkeh itu tidak terjadi masalah, tapi untuk coklat dan kemiri buahnya tidak terlalu lebat.

Beni : Kenapa bisa terjadi seperti itu. Apakah kamu tidak membersihkan dan merawatnya dengan baik?

Marsel: Mungkin juga saya kurang memperhatikanya. Apalagi sekarang lagi musim hama sehingga membuat buahnya banyak yang rusak.

Beni   : Oh iya. Begitupun dengan kebun coklat saya banyak yang rusak akibat hama yang menyerangnya.

Marsel: Itu sudah. Akibat hama ini sehingga membuat hasil kebun cklat kita berkurang pada musim ini

Beni   : Marsel apa kamu tahu bagaimana cara mengatasi hama tersebut?

Marsel: Sayapun tidak tahu dan saya masi mencari tahu bagaimana cara mengatasi hama ini.

Beni : Baiklah. Kalau kamu sudah tahu caranya tolong ajarkan saya supaya hama ini cepat teratasi.

Marsel: Baiklah.

            (Setengah jam mereka berjalan dan membahas kepintaran anjing dan kebun mereka tidak lama sampailah mereka ke kebunnya masing-masing. Sesampainya di sana Beni menyimpan bekalnya di pondok kecil kemudian ia memberishkan kebun sedangkan anjingnya ia biarkan istirahat dibawah kolom pondoknya itu. Seharian bekerja iapun merasa lapar dan kembali ke pondok. Sesampainya di sana sebeum makan ia ingin membuat sayur terlebih dahulu dan mengupas bawang tetapi ia tidak memiliki pisau lalu ia berteriak memanggil MarseL)

Beni   : Marsel apakah kamu ada pisau

Marsel: Ia ada Beni

Beni   : Tolong pinjamkan pisaunya

Marsel: Datang ambil saja karena saya masih sibuk membersihkan kebun.

Beni   : Kasi saja ke anjing itu dan ikatkan ke ekornya

Marsel: Oh ia baiklah.

            (Marselpun mengikatkan pisau itu ke ekornya anjing dengan berhati-hati. Lalu anjing itu pergi untuk membawakan pisau yang diminta majikannya. Demikianlah hal itu terjadi hari demi hari. Pada suatu malam di musim hujan Beni ingin membuat api tetapi dia tidak memiliki korek api lalu ia meminta kepada MarseL)

Beni   : Oooh Marsel kamu di situ ada korek api ka?

Marsel: Tidak ada. Korek apinya habis

Beni   : Kalau kayu api yang masih ada baranya adakah?

Marsel: Oh ia ada ni. Kalau mau datang ambil saja. Saya mau bawa masalahnya hujan

Beni   : Baiklah saya akan menyuruh anjing yang pergi untuk mengambilnya. Ikatkan saja pada ekornya seperti biasa.

Marsel: Oke baiklah Beni.(Melihat anjing itu datang, Marsel langsung menghampirinya)

“Ha anjing yang pintar dan penurut sekali” (sambil mengelus kepala anjing) tunggu sedikit ya anjing pintar saya ambilkan dulu kayu apinya dan bawakan pada tuanmu itu.

            (Marselpun naik ke atas pondoknya. Setelah Marsel turun kembali dari pondoknya iapun mengikuti perintah Beni dengan mengikatkan sebatang kayu api di ekor anjing tersebut. Lalu anjing itu pergi sambil berlari dengan hati-hati, tidak lama kemudian ia merasa ekornya kepanasan dan ia berlari sambil menggongng dan membuat warga merasa kaget dan keluar untuk melihatnya).

Warga 1: Hahahahahah ……. Coba lihat anjing itu dia lucu sekali, ulah siapa ini yang ikat batang kayu itu pada ekornya, akhir ekornya terbakar dan dia merasa kepanasan. Hahaah”

Warga 2: Hahahah….ia, kira-kira siapa yang mengikat batang kayu api itu pada ekornya,aneh-aneh saja perbuatan orang itu untuk membuat lelucon.

Warga 1: Pada musim hujan begini masih saja ada yang buat begini. Sudah ta usah hiraukan lagi anjing itu biarkan dia menggongong sepuasnya. Bila perlu dengan badannya saja sekalian yang terbakar supaya tidak bikin ribut lagi.

Warga 2: Ia, lagian hujan begini siapa juga yang mau turun untuk membantunya melepaskan kayu api itu. Sudah biarkan saja dia mari kita masuk kembali.

Warga 1: Hahaha ia.

            (Selang beberapa menit kemudian, akibat dari perbuatan mereka tiba-tiba datanglah hujan yang sangat besar, Guntur, Kilat dimana-mana, Angin kencang yang membuat pohon-pohon besar di sekitar itu rubuh. Wargapun mulai ketakutan mereka menutup semua pintu, jedela rumah mereka dan tidak memberanikan diri untuk keluar dari rumah selama tujuh hari tujuh malam tanpa berhenti. Ketika fajar menyingsing desa yang indah, subur, dan tenang itu kini telah tiada. Akibat dari perbuatan mereka itu yang mengakibatkan desa itu banjir dan tenggelam bersama warganya lalu terbentuklah sebuah danau yang sangat besar. Sampai sekarang di dasar danau itu masih terdapat tiang-tiang rumah dan sisa-sisa peninggalan mereka. Bahkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Timur tempat itu dijadikan tempat wisata).

           

           

  • view 54