Pada Suatu Hari Nanti...

Siti Nadroh
Karya Siti Nadroh Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 17 Februari 2016
Pada Suatu Hari Nanti...

Pagi tadi, disela-sela kegiatan bekerja yang masih belum terlalu sibuk, saya iseng membuka facebook. Scrolling up and down to see what happen today. Ya, begitulah...membaca status orang lain seolah menjadi kebutuhan harian yang harus terpenuhi. Setelah lebih dari sepuluh menit, saya memutuskan untuk menulis status juga, entah karena alasan apa.

Tiba-tiba jemari saya berhenti menari diatas keyboard sesaat setelah mata saya melihat foto yang tidak asing di kolom suggestion friend.

Difoto itu tampak teman seumuran saya -yang belum lama ini menghembuskan nafas terakhirnya- tersenyum manis sekali. Saya diam terpaku. Di Facebook, saya memang tidak berteman dengannya. Benak saya kemudian dipenuhi oleh fikiran-fikiran mengenai foto itu dan hal yang baru saja saya lihat.

Umur memang rahasia Yang Maha Kuasa, sama sekali tidak ada jaminan yang lebih tua akan pergi lebih dulu. Tapi tetep saja kalau diingatkan oleh kejadian yang tak terduga seperti yang saya alami itu pasti semua orang juga akan sedih. Selintas saya teringat teman-teman saya yang lain yang juga sudah lebih dulu kembali kepada-Nya beberapa tahun lalu. Semacam perasaan rindu dan sedih memenuhi fikiran saya. Iseng saya buka akun facebook mereka. Masih ada, akunnya masih ada. Tapi memang sudah lama ditinggalkan pemiliknya. Beranda-nya pun dipenuhi oleh ucapan belasungkawa, tapi saya sendiri tidak ikut menulis di sana. Beberapa fotonya juga masih muncul di bagian kiri akun tersebut.

Tiba-tiba saya berfikir bagaimana keadaan akun jejaring sosial saya jika saya meninggal nanti? kadang saya menuangkan status-status yang mungkin menggambarkan kondisi saat iman kuat (mengingatkan hal-hal yang baik) juga saat iman lemah (mengeluh, mengumpat, dsb.). Belum lagi foto-foto selfie yang saya upload. Apakah pahala dan dosa saya akan terus bertambah nantinya?

Seketika tanpa fikir panjang saya hapus sebagian foto dan saya ubah pengaturan privacy fotonya jadi "Only Me" jadi orang lain tidak bisa buka foto-foto saya.

saya sendiri tidak pernah memikirkan hal ini sebelumnya, tapi sekarang saya sudah bocorin password account jejaring sosial milik saya (facebook, twitter, instagram) ke teman terdekat saya. Yah, seandainya ada apa-apa, setidaknya masih ada yang mengawasi akun saya. Mungkin ia men-delete-nya kelak. Kalau saya ternyata pergi lebih dulu.

?

?

?

?

?

?

Tangerang,

Rabu, 17 Februari 2016

15:35 WIB

  • view 306