Perang Batin

Siti Nadroh
Karya Siti Nadroh Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 09 Februari 2016
Perang Batin

Maaf sayang,

bukan maksud hati untuk mengacuhkanmu, tapi...

?

Aku ingin meninggalkanmu, untuk menemukanMu.

Aku ingin menjauhimu, untuk kembali mendekatiMu.

Bagaimana aku akan mendekatiMu, jika kau masih menghalangi langkahku.

Tidakkah kau merasakan hal yang sama?

Kemudian kau bertanya tentang kebahagiaan kita di hari kemarin,

Hanya kehampaan, kesendirian, dan kebahagiaan semu yang kita dapati.

Aku tak ingin cintaNya terhadapku juga terhadapmu bertepuk sebelah tangan.

Bukankah perasaanku terhadapmu juga hadir atas kehendak Yang Maha Cinta?

Mengapa kita menjadi angkuh untuk melangkah sendiri tanpa tuntunanNya?

Sesumbar tentang kisah kita pun takkan berarti apa-apa jika kita selalu mengacuhkanNya.

?

Adakah cara lain yang lebih baik untuk menyatukan cinta kita,

Selain dengan mendekati Sang Pemilik Cinta?

Aku menyangsikannya, Sayang.

?

Terlalu naif jika aku mengatakan bahwa aku tak mencintaimu,

Bukan hal mudah untuk melupakan apa yang sudah kita lalui bersama.

Namun apalah daya, aku lemah dalam cinta

Sungguh, rasa ini terpendam sudah sangat lama.

?

Sayang,

Biarkan aku meraih cinta yang hakiki dalam ketenangan beribadah,

Jika memang kau dan aku diciptakan bersama, sejauh apapun jarak diantara kita,

Itu bukan masalah bagiNya.

Aku ingin kita menjalani dan mewarnai kisah ini dengan seizinNya,

Bersegeralah, temuilah orang tuaku,

Jika kau tak ingin hanya menjadi sekedar tamu di pernikahanku.

?

?

?

?

?

?

?

?

Tangerang,

Selasa, 09 Februari 2016

11:43 WIB.

  • view 197