Perspektif Rasa Syukur

Siti Nadroh
Karya Siti Nadroh Kategori Inspiratif
dipublikasikan 06 Februari 2016
Perspektif Rasa Syukur

Kemarin sore di tempat kerja...

saya berpapasan dengan salah satu teman kerja saat berjalan menuju mushola. Dia bekerja di bagian produksi. Saat itu jam menunjukkan pukul 16:00. Waktunya pulang untuk bagian produksi. Seperti biasa, kami saling sapa. "lembur lagi?" Katanya. Saya hanya menangguk.

Dan dia berkata, "ih panas hati gue. Lu lembur melulu."

Mendengar ucapannya itu, saya tersenyum dan berkata "yaudah kita tukeran posisi aja yuk. Lu kerjain kerjaan gue dan gue kerjain kerjaan lu. Mau?"

Sambil berlalu menuju parkiran motor dia menjawab "nggak."

Lucu ya. Kadang kita melihat orang lain dari kondisi luarnya saja. Kebetulan memang saya bekerja di bagian office, tapi ah apa bedanya? Toh sama-sama karyawan. Banyak yang bilang pekerjaan saya mudah, enak dan diruangan ber-AC. Mereka yang berkata seperti itu tentu tidak tahu seperti apa pekerjaan saya yang sebenarnya. Bagaimana tanggung jawab saya. seperti apa tekanan yang harus saya hadapi setiap hari. Dan masalah-masalah lainnya yang kadang membuat saya menangis dalam hati.

Ah.. Seperti halnya rumput tetangga yang terlihat lebih hijau, pelangi kebahagiaan juga memang selalu ada diatas kepala orang lain. Kadang saya juga merasa iri dengan keadaan mereka yang bekerja seolah tanpa beban. Datang, duduk, kerjakan apa yang sudah diperintahkan, lalu pulang. Sedangkan saya harus tak jarang harus memutar otak dan berpura-pura tetap tenang padahal ingin sekali berteriak atas keadaan sekitar saya.

Kemudian saya sadar, orang lain memang hanya tau tentang keadaan luar kita saja. Hanya dengan melihat covernya, kemudian berkomentar sesuka hati. Lalu, Kenapa kita tidak coba ubah fikiran kita? Buat saja pelangi diatas kepala kita sendiri. Semoga kita termasuk kedalam orang-orang yang bersyukur atas nikmatNya.

  • view 217