Kapan Bahasa Kedua Dikenalkan Anak?

Yubaedi Siron
Karya Yubaedi Siron Kategori Psikologi
dipublikasikan 15 Januari 2017
Kapan Bahasa Kedua Dikenalkan Anak?

 

Gambar di tulisan ini secara gamblang kapan bahasa kedua/second language (L2) sebaiknya diperkenalkan ke anak. Serius, tidak ada keren-kerennya sama sekali kok kalau play group tempat anak-anak bapak/ibu bermain sudah ada bahasa kedua. Ini research based ya pak/bu. Jadi saya tidak ngasal. Ini slide saya dapat Juli tahun lalu (2016) ketika join di Early Childhood Care and Education International Seminar yang disampaikan oleh Sheldon Shaeffer, Board of Directors Asia-Pacific Regional Network on Early Childhood (ARNEC), yang dia kutip dari Kosonen.

 

Nah, tau kan apa efeknya? Sudah banyak kasus yang ditemui anak jadi overlapping bahasa. Kebingungan bahasa mana yang dipakai dan makna bahasa yang bersangkutan.  Ada beberapa malahan yang menarik diri, tak mau berkomunikasi. Kan ya berabe..

Di tingkat yang lebih tinggi, antara usia (5-6) tahun-pun, mengenal L2 baru bahasa ORAL ya pemirsaaah.... Belum written, dan itu-pun porsi masih dikit euy. Jadi tak usah ngebet, buru-buru yang lain, biarkan mereka bermain dulu. Banyak yang mereka pelajari dari bermainnya kok. 

Kebayang kan betapa sedihnya di daerah-daerah sana. Di Jawa misalnya, yang pemerolehan bahasa pertama anak (first language acquisition) pakai bahasa Jawa, disekolahnya Guru dominan pakai bahasa Indonesia. Dan orang tua menggebu-gebu masukin anaknya kesekolah yang ada embel-embel TK agama Terpadu, TK Plus, atau TEKA-TEKA Plus Plus lainnya yang ada Bahasa Inggris dan/atau Bahasa Arabnya. Pusing pala Berbie. Buat ngejar apa to pak/bu? Prestige, Ego, Biar kelihatan keren? Apa Bapak-Ibu, Ayah-Bunda tidak kasihan?

 

Salam,

 

Yubaedi Siron

Penekun Pendidikan Anak

 

  • https://yubaedisiron.wordpress.com/2017/01/14/kapan-bahasa-kedua-dikenalkan-anak

  • view 122