Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Cerpen 25 Desember 2017   10:56 WIB
Dear you Mamá

Untuk yang Sulit ku ceritakan dan ku pahami. Hari ini aku menulis lagi karnanya, tanpa aku sadari kekecewaan yg selama ini aku jalani? Sesuatu yg Sulit ku ucapkan, perasaan yg terpendam dan kado yg tak sampai. 
Ini adalah tentang perjuangan ibu ku yg tragedis, memperjuangkan ke 10 anaknya seperti seorang ibu dan ayah bagi Kami, menghadapi semuanya  sendirian? Cacian, hinaan, dan Bahkan kehancuran tetapi yg ku lihat di wajahnya adalah ketegaran, senyum yg memancarkan kebahagiaan,  Entah knpa bisa seperti itu? Dan sering kali aku bertanya-tanya:
1. Ibu siapakah diri mu?
2. Ibu berbentuk apakah Hati mu?
3. Apakah engkau seorang malaikat?
Namun sampai Hari ini, di Usia ku yg ke 20 tahun, Aku tidak juga menemukan jawabannya, Mungkin karna ibu terlalu sempurnah. 
Kadang aku menyesal mengingat semua tentang aku yg selalu mengecewakan ibu, Aku lupa karna Siapa aku berjalan,  Aku lupa Siapa yg menyuapi ku Makan,  Aku lupa Siapa yg Slalu menjaga ku tapi aku tidak lupa kepada Siapa aku melawan, kata Siapa yg Slalu ku jawab dan Siapa yg ku buat menangis. Ibu Beñar akulah orangnya, Aku yg berjalan di Samping ibu, Aku yg tidur di pangkuan ibu, Aku yg menangis di pelukan ibu dan sekarang aku juga yg melawan kata-kata ibu. 
Kadang aku menyesal dan kadang lagi aku lupa semuanya,  tapi satu hal yg harus ibu tau, sampai saat ini hanya ibulah satu-satunya yg aku sayangi dan tidak untuk pacar ku ataupun orang lain, Mungkin Sulit bagi ku untuk mengungkapkannya tapi yg jelas aku sangat-sangat menyayangi mu.
  Hal ini ku tulis Bukan karna hayalan, Bukan karna paksaan, Bukan karna setingan atau apa pun itu.
Hal ini ku tulis untuk ibu ku,  Aku ingin mengucapkan terimakasih ibu untuk segalanya dan untuk 20 tahun ini karna selalu Sabar menjaga dan menasehati ku tapi bibir dan Hati ku tak mampu berkata,  begitu juga langkah dan tangan ku,  maka ku sampaikan melalui tulisan dan semoga sampai juga kedalam Hati ibu ku. 
        " IBU"
Ibu, kasih mu sungguh tak terhingga
Tak habís dan takan pudar
Berlian emas ter kalahkan
Oleh semua yg kau berikan
Ibu,  apa yg kau inginkan
Hanya Sekedar memberi ku makan
Kau beri ku kasih sayang
Yg mampu buat ku tenang
Terima kasih ibu
Engkau tetap menjadi bumbu
Untuk masa depan ku
Kata ma'af dari bibir ku
Yg ku lontarkan untuk ibu
Dan menghilang seperti debu
Semoga Kau maafkan aku
Atas semua kesalahan ku..





Karya : Ayu Kurnia