SEPENGGAL KISAH SUKA DUKA

Ryan Angin
Karya Ryan Angin Kategori Motivasi
dipublikasikan 02 Agustus 2017
SEPENGGAL KISAH SUKA DUKA

SEPENGGAL KISAH SUKA DUKA

 

Keberkian kali telah aku jalani kisah suka duka ini. Melihat mereka yang sedang asyik saling membelai, membuatku teriris akan keadaan ini. Aku menganggap bahwa hal ini sewajarnya terjadi, karena kami LDR. Kemudian, aku berjalan sangat jauh dengan menyertakan memori yang selalu merekam untuk mencari jawaban, namun tak pernah terjangkau. “Siapa yang akan menjawab semua ini?” Tanyaku dalam belahan rasa ini. Aku mencoba sharing dengan orang-orang terdekatku, hasilnya bahwa begitu banyak solusi yang mereka berikan. “Thank you full people”, bahwa kalian sudah mendengarkan curhatan ini.

Kemudian, aku menghubunginya via gelombang elektromagnetik. Teeeet..teeet...teet....”hallo”seru dia. “hai, apa kabar dirimu nan jauh disana?”tanyaku. “ aku baik-baik saja. Ada info nih, saya akan melanjutkan studi saya satu tahun lagi” dan aku menjawab” okelah, demi masa depan kita, turuti kata hatimu”. Aku mencoba untuk memotivasi dan memberikan penguatan kepadanya. Namun hati kecilku menyerukan “ yang sabar, bertahanlah hingga semua proses yang dilalui akan terjawab di kemudian hari”.

Sekarang bahawa hubungan dan cinta selalu dinomorduakan, dan karir yang menjadi nomor satu. Setiap pasangan khususnya masa kini, tidak mau kelak akan susah. Apapun bahwa kepahitan dan penyesalan akan dikurangi. Karena cinta tanpa materi sama hal dengan bohong atau sekedar menguatkan argumen. Menghibur dengan canda tawa tidak akan cukup, namun jika dihiasi dengan materi terlihat akan lebih sempurna.

Harapan untuk menjadi satu dalam waktu dekat, terasa menjadi tertunda. Akibatnya, positive thinking dan rasa sabar menjadi prioritas unggulan dalam merawat hubungan. Apakah aku sependapat dengan kalian? Inilah sepenggal kisahku dan aku mencoba jariku untuk meliuk-liuk diatas keyboard serta berbagi via online.



  • view 78