hujan - Pulang

Sintiia Nancy
Karya Sintiia Nancy Kategori Puisi
dipublikasikan 15 November 2016
hujan - Pulang

Pada jendela yang menganga berjarak tak lebih dari 5 senti
Dibaliknya, aku menikmati..
aromanya selalu khas bau tanah jalanan, dan itu membuat suka juga rindu pada hujan.

Ternyata, menunggu itu bukan hanya soalnya.
Tapi juga perihal hujan yang menghadang kala pulang.
Pilihannya cuma dua. sampai cepat atau lambat ?
Keduanya ada kata tapi yang jadi pembeda
Keduanya soal selera, gimana maunya kamu menunggu kata "reda" ?

Rindu.
Aku pelihara biar tak liar kemana-mana
Aku pastikan semua seperti sedia kala
Aku redamkan ketika ia memprotes paksa
Aku tinggalkan ketika ia mengendalikan rasa

Apa kabar kau disana? Bukankah waktu selalu punya cara buat bertemu?
Bukannya aku menyerah pada doa, tapi aku tidak mampu memaksa diatas sang kuasa.

Kau adalah milikku dalam diam
Selebihnya, kau adalah tontonan dari kejauhan
Aku mencipta jarak dan bertahan bungkam
Sekalipun langkah bersebelahan

Ikhlas dan lapang adalah punyaku.
Karena kerjamu bisa jadi, kurang dari itu

Hujan punya cara sendiri buat datang dan pergi, begitupun keputusanNya.
Atas takdir tentang ini
untuk datang atau
saling pergi menemui musim lain selain hujan.

Pulang...
Pulanglah sesegera kau bisa pulang. Karena sekarang, hujan cuma tinggal aroma di jalanan.

  • view 224