CERITA HUJAN

Nisa Sintha Putri
Karya Nisa Sintha Putri Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 08 April 2017
CERITA HUJAN

Hujan seharian ini membasahi tanah Kota Bandung. Membuat udara menjadi terasa begitu dingin. Aku memutuskan untuk mengenakan pakaian yang serba panjang meski berada di dalam rumah. Seperti biasa, sendiri saja aku di rumah. O tidak, aku ditemani kucingku, Sony. Dia terlelap sejak pagi, menikmati dinginnya cuaca hari ini dengan menggulung badannya, caranya menghangatkan diri. Oh Sony, hidupmu begitu sederhana. Kau kedinginan, kau tidur saja dengan menggulung badanmu. Kau lelap sekali, tidakkah kau bermimpi ?

 

Rumah tak sehening itu, diluar sana gemericik air hujan turut menemani. Kenapa ya, hujan itu identik dengan rindu, sedih, nostalgia. Atau mungkin aku saja yang merasakannya ?

Ada jutaan cerita diluar sana yang menggambarkan tentang hujan. Bagaimana setiap manusia yang menyukai aktivitas menyusun kata menorehkan setiap  ceritanya tentang hujan. Bisa kusimpulkan, hujan membuat mereka teringat sesuatu atau seseorang.

 

Lalu bagaimana denganku ?

Aku hanyalah penikmat hujan. Tidak banyak cerita dibaliknya. Hanya saja, hujan selalu membuat hati jauh lebih tenang. Suaranya seperti terapi untuk setiap kebuntuan di dalam diri ini. Kadang aku teringat dengan salah satu film yang sangat terkenal di dunia, “Twilight”. Diceritakan dalam kisah itu, Bella Swan adalah gadis yang tinggal di salah satu tempat paling basah di Amerika, Forks. Melihat Kota itu, aku jadi ingin kesana. Merasakan basahnya tanah yang belum sempat mengering karena ditimpa hujan selanjutnya, merasakan embun di pagi hari, merasakan lembabnya udara, menikmatinya di balik jendela sambil meneguk secangkir kopi mungkin, atau teh, atau Greentea. Hangat, bebas, lepas.

Aku mungkin sedang berada si satu tempat tapi pikiranku mengembara jauuuuuhhhhh keluar sana. Jendela yang sedang kutatap seperti slide show yang memutarkan berbagai macam pikiranku yang mungkin meloncat-loncat kesana kemari, tidak jelas apa temanya. Tapi aku snagat-sangat menikmatinya.

ahhh…… itu hanyalah imajinasi tapi aku cukup terhibur hanya dengan membayangkannya.

Kau tau, suara gemercik hujan itu merdu sekali. Buktinya aku bisa menulis seperti ini. Padahal tadi aku sedang malaasss sekali.

Oh hujan, kau selalu punya cerita untuk dibagikan.

 

Bandung, 10 September 2015

  • view 77