TEMPORER

Nisa Sintha Putri
Karya Nisa Sintha Putri Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 08 April 2017
TEMPORER

Apakah hak kita sebenarnya terhadap kenangan? Tidak ada.

Seberapa banyakpun kau memiliki kenangan bersama seseorang, kau tetap tidak punya hak untuk menjamin masa depan bersamanya.

Kata siapa kenangan itu menjamin keterikatan ? Sungguh teori nol besar.

….

….

Tak terbilang berapa hari kau habiskan bersama seseorang, memupuk harapan hingga jauh rasanya. Hari esok masih bisa memukulmu telak! Berjungkir balik menjadi cerita sebaliknya.

Tak ada kompromi akan rasa, tak ada toleransi terhadap kenangan.

Bumipun berputar.

….

….

Jika hari ini indah, bisa jadi esok keindahan itu menjadi luka paling menyakitkan.

Katakanlah semua kata-kataku diatas adalah omong kosong manusia yang pupus harapannya, yang sedang terduduk patah hati. Katakanlah begitu. Silahkan.

Mungkin esok lusa diriku adalah si penyair yang sedang jatuh cinta, mengumandangka indahnya sebuah rasa.

Bisa jadi. Bukankah tak ada yang mutlak dalam rasa ?

……

Berat terasa untukku hadapi ini.

Bahkan aku tidak bisa simpulkan apa itu adil dan bahagia.

Maafkan aku, aku memang sedang sakit hatinya.

Takdir hebat apalagi yang menungguku di depan sana ?

Aku tak sabar ingin menangisinya atau mungkin tertawa lepas karenanya.

 

sudah kubilang rasa itu sifatnya temporer. Seperti manusia, seperti kamu, sangat sangat sangat temporer. 

Baiklah mari kita tertawakan semua drama ini.

Tertawakan saja aku yang sedang tidak mengerti.

Buat aku mengerti. Aku bodoh. 

Aku hanya bisa menahan tangis sekarang, adakah yang ingin katakan jika yang kulakukan salah ? Katakan saja. Aku mendengar.

Adakah yang ingin mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja ? Jangan katakan, semua temporer, sudah kubilang. Kali ini dengarkan saja aku, aku berpengalaman. Menghadapi manusia yang temporer.

Apakah aku manusia ? Jika iya, maka akupun temporer, Esok lusa mungkin aku berubah lagi. 

Sudah kubilang tak ada yang kumiliki, semua temporer.

 

Bandung, 18 September 2015

 

Yang Ditinggal Pergi

  • view 78