Bisik Lirih Dari Yang Katanya Disebut Perempuan

Nisa Sintha Putri
Karya Nisa Sintha Putri Kategori Renungan
dipublikasikan 04 April 2017
Bisik Lirih Dari Yang Katanya Disebut Perempuan

Aku rasa perempuan yang seutuhnya kuat itu tidak ada. Sekuat-kuatnya perempuan, tempat terbaiknya adalah pelukan seorang yang peduli padanya. Seberani-beraninya perempuan, ia tetap membutuhkan penjagaan. Seacuh-acuhnya seorang perempuan, dia tetap akan senang dipuji, dikagumi dan diakui. Setegar-tegarnya perempuan, sedih dan tangis selalu jalan pulang bagi hatinya yang pilu.

Bagian sulit dari perempuan yang tampil sebagai sosok kuat adalah tidak ada yang memahami bahwa sebenarnya dialah yang paling membutuhkan penguat. Bagian menyedihkannya adalah ketika terlalu kuatnya seorang perempuan membuat laki-laki tidak kuasa mencintainya. Kecuali ayahnya,  ayahnya mungkin satu-satunya yang bisa dia percaya. 

Menjadi terlalu lemah pun perempuan diperalat. Dunia ini kejam bagi perempuan lemah.

Perempuan. . .

Kuat dalam lemahmu, lemah dalam kuatmu.

Satu hal tentang perempuan yang aku pahami,

Bisa saja  hatinya tersobek namun ia tetap terlihat tegar. Tapi setiap sobekan selalu meninggalkan bekas, yang tersimpan jauh....jauh di dalam hatinya, ada sayatan pilu yang pandai ia samarkan dalam senyuman.

  • view 75