Menyurati Kenangan

Nisa Sintha Putri
Karya Nisa Sintha Putri Kategori Puisi
dipublikasikan 01 April 2017
Menyurati Kenangan

Hi ...

Annisa 20 tahun yang lalu.

Loh kenapa menangis ?

Oh.. ditinggal Ibumu bekerja ya, tenang....masih ada Bapak sedang buatkan kamu nasi kuning.

Hi...

Annisa 18 tahun yang lalu.

Loh kenapa cemberut ?

Oh...karena pergi sekolah tanpa Ibu ya, tenang...masih ada Bapak yang menunggumu diluar kelas sampai bel pulang.

Hi...

Annisa 15 tahun yang lalu.

Loh kenapa marah ?

Oh...dimarahi Bapak karena tidak pergi mengaji ya, tenang...sudah besar kamu butuh Al-Qur'an karena hidup ini keras lhoo.

Hi...

Annisa 10 tahun yang lalu.

Loh kenapa muram ?

Oh...karena malu diantar Bapak terus padahal sudah besar ya, tenang....sudah besar kamu akan rindu ada dibalik punggungnya, diatas motor itu.

Hi....

Annisa 5 tahun yang lalu.

Loh kenapa menekuk wajah ?

Oh...karena Bapak mengawasimu berjalan-jalan dengannya ya, tenang...sudah lebih dewasa nanti kamu tau bahwa dilindungi itu perlu.

Hi....

Annisa 2 tahun yang lalu.

Hei, kenapa kamu ? apa yang kamu lihat, Annisa ? Oh....tidak.... Bapak sudah terbujur kaku :(

Zzlepppp.

Ini Annisa saat ini, memeluk kenangan. Kenangan yang selalu disurati namun menolak untuk membalas.

Diterbangkannya surat kenangan itu, ke langit ke tujuh, menggetarkan tiang-tiang Arsy. Menyentuh Rabbnya.

Ya Allah...

Ini  do'a untuk Bapak, sampaikan, kabulkan.

Aamiin.

ttd,

Putri Badung yang rindu

  • view 75