Luka Dalam Bara : Sebuah Buku Yang Lukanya Menyembuhkan

Nisa Sintha Putri
Karya Nisa Sintha Putri Kategori Buku
dipublikasikan 23 Maret 2017
Luka Dalam Bara : Sebuah Buku Yang Lukanya Menyembuhkan

Pertama melihat judul buku ini, aku kira ini adalah buku yang berisi kalimat-kalimat frustasi orang yang sedang terluka, tapi sungguh aku dibuat kaget karena isinya adalah tulisan-tulisan indah mengenai bagaimana cinta menjadi sebuah energi bagi seseorang.

Aku mengenal penulis beserta bukunya melalui rekomendasi seorang teman. Aku suka dengan judulnya yang mencantumkan nama penulisnya "Luka Dalam Bara" . Judulnya saja sudah menimbulkan makna yang mendalam.

Sekilas aku ceritakan dulu bagaimana akhirnya buku ini sampai di tanganku. Seorang teman yang mengenalkanku pada buku ini membuatku tertarik untuk mencoba membeli buku ini melalui PO. Temanku melarang dengan berkata "nanti saja tunggu ada di Toko Buku." Aku mengiyakan meski rasanya tidak sabar ingin segera membaca buku itu. Ada dorongan yang sangat kuat bagiku untuk bisa larut dalam setiap kalimat yang tertulis dalam buku yang memiliki sampul yang unik tersebut. Tiba-tiba suatu hari, temanku membawakan sebuah bungkusan sebagai hadiah untukku, saat kubuka isinya ternyata buku Luka Dalam Bara beserta pouch dan tanda tangan Bara sebagai penulisnya. Sungguh baru kali ini aku merasakan datangnya 'luka' sebagai sebuah kegembiraan.

Aku baca perlahan dan detail setiap kalimat yang ada di dalam buku tersebut...

Aku larut dalam dimensi rasa yang sungguh unik. 

Pertama, aku terkejut karena isi dalam buku ini ternyata bukan kalimat-kalimat frustasi orang yang terluka.

Kedua, setiap kalimat yang ada dalam buku ini seperti memiliki emosi yang kuat yang mampu menyihir pembaca merasa ada di setting waktu dan tempat yang sama dengan cerita di dalamnya.

Ketiga, aku dibuat tersenyum sendiri saat membaca karakter J yang sungguh luar biasa mampu membuat seorang Bara mengukir luka dengan sangat indah.

keempat, aku dibuat gemas setiap membaca degup jantung kedua insan ini saat bertemu dan menghabiskan waktu dengan cara-cara yang klasik dan unik.

Kelima, aku merasa diberi kekuatan saat menyaksikan betapa indahnya sebuah cinta antara dua orang yang tidak mencari tapi menemukan.

Jelas sudah, buku ini bukan tentang melankoli orang yang patah hati. Bara mengemas lukanya justru dengan kenangan indah yang pernah dia lewati. Beautiful Wound

Bara memberi tahu pembaca bahwa sebuah luka bukanlah kutukan, tapi sesuatu yang indah. Semakin dalam lukamu, semakin dalamlah cintamu. Bara menghargai setiap kenangan yang dia punya dan itulah yang dia simpan. Sehingga sebuah luka tidaklah menjadi sesuatu yang membunuh tetapi menghidupkan. Lukanya telah ia jadikan ampas, yang ia telan adalah kenangan yang membuatnya bersyukur pernah merasakan keindahan sebuah romansa. Kesuksesan Bara menerjemahkan lukanya telah menjadi kekuatan bukan saja baginya tapi juga bagi setiap orang yang membaca bukunya. 

Buku ini membuat seseorang bisa menerjemahkan luka dengan cara yang tidak biasa. Buku ini membuat orang paham, bahwa setiap luka memang semestinya ada dan akan berakhir. Tapi semua itu bergantung bagaimana yang terluka mampu menempatkan luka itu pada tempat yang semestinya.  Ijinkan aku untuk mengutip sebuah kalimat yang ada di halaman sekian di buku ini :

"Yang kita tahu, pertemuan pertama pada bulan milikmu setahun yang lalu itu,

telah menjadi halaman yang tidak pernah kusangka akan kumiliki.

Seperti sebuah buku yang  tidak ada dalam daftar bacaanku.

Ia muncul begitu saja, di hadapanku, diam namun menyimpan sorot yang seolah-olah berkata :

Inilah kisahmu selanjutnya."

Terimakasih atas lukanya. Sebuah luka yang menyembuhkan luka . . .

  • view 341