Tentang Yang Datang dan Pergi

Nisa Sintha Putri
Karya Nisa Sintha Putri Kategori Renungan
dipublikasikan 18 September 2016
Tentang Yang Datang dan Pergi

People come and go.

Begitu katanya.

Sederhana sekali kalimat itu namun berarti banyak dalam kehidupan kita. Tanpa kita sadari hidup kita adalah bukan saja tentang perjalanan diri namun juga perjalanan melihat orang-orang yang datang dan pergi. Entah untuk sementara atau untuk selamanya. Mereka atau bahkan kita sendiri akan datang dan pergi.

Yang selalu saya pahami dalam kalimat sederhana itu adalah : Manusia memang begitu. Tuhan sangat sengaja mendatangkan dan membuat pergi orang-orang itu adalah agar kita memahami sesuatu yang lebih dalam mengenai kehidupan ini.

Teringat salah satu kutipan dalam buku yang pernah saya baca, buku tentang Pemulihan Jiwa. Kurang lebih kutipannya begini; "Seseorang yang datang dan pergi dalam kehidupanmu adalah mereka yang dipinjam Tuhan untuk membentukmu. Dan dalam waktu yang lain, kau juga adalah orang yang Tuhan pinjamkan kepada orang lain untuk membentuknya."

Iya. Kita dan mereka adalah 'pinjaman' untuk membentuk diri masing-masing dan untuk membuat kita terus belajar tentang apa sebenarnya kehidupan ini.

Kata 'pinjam' juga sebenarnya mengarahkan kita pada satu kata lainnya yaitu 'sementara'. 

Terlalu banyak yang sementara dalam hidup ini. Tidakkah kau sadari itu ?

Kata 'sementara' itu sendiri pada akhirnya akan membuat kita jadi pribadi yang lebih waspada dan lebih menghargai apa yang kita jalani dan nikmati saat ini, baik buruknya, pahit manisnya.

Jadi, jika saat ini hatimu telah runtuh oleh kepergian. Maka bangunlah kembali dengan hikmah yang kau gali dari pertemuan.

Dan jika saat ini hatimu telah mekar oleh kedatangan. Maka sederhanakan kembali dengan pemahaman bahwa datang itu akan diiringi oleh kepergian, tidak abadi, tidak kekal. 

Bukan maksudku membuat hatimu ciut akan kedatangan dan kepergian, hanya ingin menyadarkan bahwa setiap momen akan membawa momen yang lainnya. Tugas kita adalah jadi pribadi yang terbaik, pinjaman terbaik dari Tuhan untuk orang lain, jadilah pribadi yang kuat menghadapi pasang surut kehidupan dan selalu dalam kesadaran bahwa yang abadi hanya satu : Allah SWT.