Jika Diri Harus Merenung

Nisa Sintha Putri
Karya Nisa Sintha Putri Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 27 April 2016
Jika Diri Harus Merenung

Hari-hari berlalu seperti biasanya.

Bangun tidur, aktivitas, pulang, tidur.

Terus seperti itu.

Pernahkah dalam hati sejenak merenung, sampai kapan begini ?

Ada dorongan yang entah datang dari mana meminta diri untuk melakukan sesuatu yang lebih bermakna. Aktivitas yang rutin dan dinamika kehidupan layaknya orang 'normal' ternyata belum juga menimbulkan ketenangan dalam hati. Selalu merasa ada yang kurang, ada yang salah, ada yang harus diubah.

Barangkali perlu sejenak kita melepaskan diri dari hingar bingar dunia. Duduk sejenak tanpa handphone dengan segala kesibukan di dunia maya. Sejenak saja, memahami diri sendiri yang asing dengan diri sendiri.

 

Sebetulnya, mau dibawa kemana diri kita ini ?

Sebetulnya, inikah yang dinamakan hidup ?

Lahir, tumbuh lalu mati ?

 

Apakah perbedaannya dengan tumbuhan dan bahkan hewan ?

 

Dunia ini begitu ramainya hingga banyak hal tidak disadari. Banyak dari kita yang tidak sadar telah larut dalam zaman dan melupakan hakikat diri kita. 

Semua berlomba mengejar apa itu yang menurut manusia baik. Semua lelah, semua berjuang. Seakan dunia ini begitu sempit memberikan kesempatan kepada mereka yang tidak sukses hidupnya.

lalu apa itu sukses ?

Apakah gelar yang sedemikian hebat ?

Apakah rumah yang sedemikian mewah ?

Apakah keluarga yang sedemikian harmonis ?

Atau....

Kehidupan yang sedemikian ringan untuk dijalani ?

 

Sadar ataupun tidak kita terperangkap dalam arti kesuksesan yang manusia buat.

Semua dari sudut pandang manusia. 

Jika manusia sedemikian hebatnya telah menciptakan peradaban, lalu tenggelam dalam peradaban bahkan hanyut tak berbekas, hilang arah dalam peradaban. Apakah itu sebuah kesuksesan ?

 

Manusia menciptakan teknologi canggih tetapi banyak yang kemudian lepas kontrol dengan apa yang diciptakannya.

 

Peradaban sungguh tidak bisa dielakan.

Manusia kian sibuk membangun peradaban, dunia ini sungguh sibuk....

 

Sejenak saja,

renungi semuanya.

Sampai kapan begini ?

Merasakah ada yang kurang dari semua itu ?

Tanyakan lagi pada diri yang mulai asing pada diri sendiri. Benarkah jalan yang kita tempuh ? atau ada fitrah kita yang terlupakan...

 

Karena sungguh tidak ada ciptaan Tuhan yang sia-sia.

Manusia bukan kesia-siaan yang diciptakan.

 

Dunia ini lelah, buth manusia yang utuh.

Yang tidak asing pada diri sendiri.

Semoga lelahmu dan lelahku adalah lelah yang diridhoiNya. Hingga lelahmu dan lelahku di dunia tidak sia-sia. Hingga lelahmu dan lelahku tidak menjadikan kita asing dengan diri sendiri. Semoga lelahmu dan lelahku adalah lelah yang diinginkan pencipta manusia, bukan yang diinginkan manusia.

  • view 176