Memperluas Zona Nyaman

Simfoni Negeri
Karya Simfoni Negeri Kategori Inspiratif
dipublikasikan 08 Juli 2016
Memperluas Zona Nyaman

Ada sebuah paradigma yang menurut saya agak keliru. Apa itu? Kebayakan orang-orang dengan sifat persuasif tinggi alias motivator selalu mengatakan “keluarlah dari zona nyaman”. Begitu, kan? Termasuk saya juga sering mengatakan seperti itu. Nah, ada sesuatu yang perlu diulik lebih jauh mengenai kata-kata ini.

Kata-kata yang lebih tepat adalah “memperluas zona nyaman”. Artinya apa? Jadi seperti ini. Manusia hidup di dunia tujuannya adalah beribadah kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Dalam segala segi kehidupan, kita diwajibkan menghadirkan Tuhan di dalamnya. Alasannya agar hidup kita yang sesaat ini tidak sia-sia. Nah, untuk bisa mencapai kekhusuan yang maksimal, manusia membutuhkan satu hal yang disebut rasa nyaman. Maka dari itu, rasa nyaman itu penting untuk kelangsungan hidup kita dalam rangka beribadah kepada Tuhan. Betul?

Selain itu, kehidupan manusia itu kan sifatnya bertingkat-tingkat. Artinya, semakin umur kita berkurang, justru cobaan semakin besar menghadang. Dengan adanya cobaan ini, manusia sedang dididik langsung oleh Tuhan agar menjadi manusia seutuhnya. Otomatis, agar dapat mencapai tingkat selanjutnya, manusia harus lulus ujian tersebut. Di dalam ujian itu, manusia diharuskan melaksanakan perintah-perintah Sang Pencipta dengan sebaik-baiknya. Apabila diberikan rezeki harus bersyukur. Pun bila mendapat musibah wajib bersabar. Untuk menghadapi semua itu, manusia membutuhkan satu hal yang disebut kenyamanan karena tidak ada satu orang pun yang tahu mau seperti apa ujian yang akan dialaminya. Ketika kita memiliki rasa nyaman, semua ujian insya Allah bisa dihadapi dengan baik.

Nah, di sinilah esensi dari kenyamanan. Ketika kita sudah bisa melewati ujian dan sudah merasa nyaman, kita dianjurkan untuk memperluas zona nyaman kita agar kehidupan kita tidak melulu di lingkaran yang sama. Caranya bagaimana? Cobalah pergi sejenak dari arus utama kehidupanmu dan carilah masalah sebanyak-banyaknya. Ketika masalah sudah kita dapatkan, kita terapkan metode yang sama ketika menghadapi masalah di tingkat sebelumnya yaitu dengan merasakan nyaman di dalamnya. Merasa nyaman bisa juga diartikan sebagai menikmati, membiarkan mesalah berlalu, mengikuti aliran masalah itu untuk dilihat dari sisi mana kita bisa mengambil pelajaran.

Inilah salah satu resep orang-orang besar. Mereka selalu merasa nyaman dengan masalah-masalah yang ada. Tidak pernah menyalahkan siapapun, apalagi menyalahkan Tuhan dan nasib. Semakin banyak masalah yang kau hadapi dan kau semakin bisa memosisikan rasa nyamanmu, ketika itu pula kau bisa disebut sebagai orang besar.

  • view 277