cerita harian jingga

senyuman sijingga
Karya senyuman sijingga Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 27 April 2017
cerita harian jingga

Catatan Ke #1

"Assalamualaikum" ucapku lirih agak segan sambil membuka pintu kelas. 
yang tetiba pandanganku dibalik pintu itu tak dapat beralih kemanapun, tiga puluh detik hampir jantungku berdetuk lebih cepat. 
Seorang pria berjanggut tipis, mengiyakan sapaanku dengan mempersilahkan masuk. 
Sungguh hanya dengan anggukannya, ia mampu menjatuhkan pandanganku. luluh.

 

Catatan ke #2

sementara pandanganku untuk keduakalinya tak mampu bertahan lama menatapmu, 
kau bilang semua hal yang ada diatas bangku akan mengganggu fokus belajar kita, nyatanya kau yang lebih mengganggu fokusku.
detik detik yang memihak padamu seakan jam jam yang tak ingin aku lewati hanya dengan diam membeku dan berusaha tak menatapmu. luluh.

 

Catatan ke #3

sementara batik hijau tosca dengan kombinasi hitam sangat gagah dipakai olehmu sore ini. Hanya saja jika batikmu berlengan panjang lengkaplah sudah wibawamu. 
ah sayangnya menurutku kau kurang cerdas. maaf. Mungkin kau jenius, tapi memang aku ulangi kau kurang cerdas. Buktinya, bagaimana bisa ketika aku mencoba melempar joke padamu, untuk tersenyumpun enggan. Sementara orang cerdas itu yang ketika ada yang saling melempar joke ia tertawa atau ikut tertawa. ah sudahlah.
Mmm tapi cerdas tak menjadi syarat utama untuk menjadi teman hidupku, kau tenang saja, kau masih bisa masuk babak penyisihan dalam memenangkan hatiku. ????????????
untukmu, lelaki wibawa yang mempesona. 
dari anak muda yang dirundung cinta. 

 

Catatan ke #4

Kata mereka, mereka ilfiil liat semua gayamu. Tapi entah kenapa denganku, darimu tak ada sedikitpun cela yang aku mampu keluarkan. Aku suka semua tentang atau yang ada pada dirimu. Energic mu, wibawamu, cara bicaramu, bahkan judesmu itu paling menarik perhatianku.

Ah tidak, kurasa virus ini menjalar begitu cepat. Ini penyakit semacam apa? Apakah hanya sebatas diagnosa awal atau sudah terdiagnosis.

 

**

Sore ini kamu dengan gagah yang biasanya, mengenakan kemeja merah maroon berlengan panjang, aku tak begitu fokus melihat bajumu apakah berpola atau tidak, yang pasti semua yang kau kenakan sepadan dengan wibawamu.

Kamu bilang, "Saya ingin berbagi kebingungan,kegundahan dengan kawan semua"

Mereka sebagian bertanya "Dengan apa Pak?"

Kamu menjawab "Dengan melihat sort movie tentang Sistem Pendidikan kita"

 

Lalu aku dalam hati berbisik ikut menjawab,

"Ah , kalo itu terlalu mudah. Menurutku kamu yang lebih Rumit sebagai penyebab kegundahan dan kebingunganku"

**

 

Tanyaku sekali lagi "Apakah ini baru dignosa awal atau sudah terdiagnosis?"

 

Semoga penawarnya ada dikamu.

  • view 97