selepas kepergianmu (Kekasihmu)

selepas kepergianmu (Kekasihmu) selepas kepergianmu (Kekasihmu)

Hallo ? kamu? Apa kabar bang? Bang Jeje?

Maaf aku memanggilmu, walau pada nyatanya, terang teranganpun aku memanggilmu, kamu tak akan pernah menoleh lagi,bukan? Mudah mudahan itu hanya pikiran burukku saja.

Jika sempat pada suatu hari aku bertemu lagi denganmu di manapun, aku hanya ingin memastikan, apakah kamu masih mengenalku? Masihkah mengenal kata K I T A  ? hahaha.

Aku tak sedang sedih,kok. Aku hanya sedang mengira ngira saja. Hanya mengisi waktu kosong jadi, ku isi dengan menulis. Kenapa tentangmu? karna kurasa banyak orang yang senang membacanya. Kamu jangan marah ya. Terimakasih.  

Ooo iya apa kabar kekasihmu? Ku lihat dari media sosialmu. Dia bahagia ya. Bukan stalker sih, sebenernya aku hanya ingin memastikan bahwa kamu bahagia, ternyata ia. Akupun ikut bahagia. Sedikit.

Aku bahkan sampai tahu, kamu main ke gunung. Waktuitu, aku sampai cemburu pada gunung yang kau temani sorenya. Dan dia yang bersamamu. Mungkin aku tak akan mampu menemanimu muncak ke gunung, jadi Allah tak ridhaiku bersamamu, waktu dulu. Ah yang pasti aku tahu kamu bahagia waktu itu bersama dia jalan jalan ke gunung. Selamat !

Hey, kekasihmu kata banyak temanku mirip denganku, selintas aku lihat iya memang, dia sama cantiknya denganku, tapi aku tau kok aku yang lebih manis. Kamu jangan mengelak. Gak perlu jujur. Haha.

Yang menjadi pertanyaanku, kenapa harus sama sama tertarik sama kamu?

Aku menertawakan pertanyaanku, lelah memang. Menikmati kepergianmu dan merayakan sebuah kehilangan dengan tertawa sendiri. Tapi kadang ini juga sebuah kenikmatan. Kamu tak perlu faham.

Ooo iya, aku juga tahu diapun satu kantor denganmu, jadi tak ada yang perlu aku khawatirkan lagi untuk mengingatkanmu shalat, untuk menanyai kabarmu setiap hari, untuk menemanimu ngobrol ngobrol,bahkan untuk menemanimu makan Mie Ayam delapan ribu itu,kupikir semuanya bisa dia lakukan.

Tapi, apakah akan sama ketika denganku, walau kita banyak kesamaan. Kupikir aku dan dia akan beda perlakuannya olehmu. Mudah mudahan, kamu lebih baik memperlakukan dia. Aku percaya kamu baik. Hanya saja sedikit menyebalkan.

mmm...

Bang, kalau suatu hari kamu sudah tak nyaman dengannya. Aku mohon sebelum kamu pergi, kamu pamit. Jangan sampai kamu pergi meninggalkan jejak dan sesak.

Semua perempuan sama ingin diistimewakan, tak terkecuali. Hati perempuan sensitif. Jika kamu memang memang berkomitmen untuk berlabuh dihatinya, jangan permainkan, cepat halalkan. Aku mendoakanmu. Ku harap kamu pun mendoakanku ya.

Aku sudah mulai mengikhlaskanmu,sedikit. Tapi cukuplah usahaku selama ini. Kamu selamat berbahagia bersama dia. Jangan marah ya, jika sesekali aku melihat beranda facebookmu,atau stalker Instagrammu. Dan menyindirmu di BBM. Aku hanya sedang butuh hiburan.   

Salamkan aku pada kekasihmu,ya.

***

Selepas kamu pergi, dia yang mulai tertarik kepadamu, aku titipkan hatinya. Jangan sampai kamu biarkan dia mendiamimu diselasar hatimu saja. Jika “IYA”,persilahkan ia masuk. Jika “TIDAK” jelaskan sejelas jelasnya,salamkan kata perpisahan dengan lembut, Agar ia cepat pulang kerumahnya dengan pamit yang manis. Bukan jejak yang membuat sesak.

Bukankah pada hakikatnya, pertemuan adalah awal untuk sebuah perpisahan, baik yang sementara maupun yang selamanya, dengan atau tanpa pamit.

Aku membaca ini pada sebuah novel,dan seketika kamu jadi pemeran dalam novel itu. Maaf aku masih ingat kamu.

senyuman sijingga

selepas kepergianmu (Kekasihmu)

Karya senyuman sijingga Kategori Cerpen/Novel dipublikasikan 27 Februari 2017
Ringkasan
Hey, kekasihmu kata banyak temanku mirip denganku, selintas aku lihat iya memang, dia sama cantiknya denganku, tapi aku tau kok aku yang lebih manis. Kamu jangan mengelak. Gak perlu jujur. Haha.
Dilihat 52 Kali