bermula dari pesan pertama

senyuman sijingga
Karya senyuman sijingga Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 21 Agustus 2016
bermula dari pesan pertama

Sebuah Cerpen yang tak pantas dibaca dari Nurwidya Yuliastini

  ini diaaaaa...........................

“Salam wa rahmah yaaa.. ukhty.Terimakasih atas undangannya ya..”

Entah sudah berapa kali aku baca ini,pesan pertama yang Mas Hafwan kirim 3 hari yang lalu melalui akun facebookku. Dari  sejak itu  ia sering mengirimi ku pesan. yaa walaupun untuk kepentingan suatu hal ,tapi entak kenapa  aku cukup senang untuk ini.

“Hafwan Kafil Halim” kubaca nama facebooknya pelan pelan

Yaaa .. Hafwan Kafil Halim yang berarti yang menghormati,yang bijaksana,yang mengurus anak yatim. Bukan saja namanya yang bagus tapi memang ia seorang pria yang baik akhlaknya,sholeh kepribadiannya, ,ia sosok pria yang aku kagumi dulu dan mungkin sampai saat ini. Eitsss , bukan aku saja sepertinya banyak akhwat yang menyukai kepribadiannya. Sayangnya dulu bertegur sapa sekalipun aku tak pernah, aku hanya mengaguminya dari jauh. Aku tau dia suka berangkat kuliah pukul berapa, shalat magrib berjamaah di mesjid, aku tau baju yang sering ia pakai, entahlah apa namanya perasaanku ini.

Aku sangat heran setelah 3 tahun yang lalu ia pindah dari desa ini ia mengirimiku pesan, aku tau itu hanya ucapan terimakasih atas undangan pengajian dariku selaku seksi humas di ikatan remaja mesjid jami alikhlas ini.Tapi, yang membuat aku heran itu  kenapa dia bisa tau nama facebookku , kenapa bisa berteman denganku di facebook sejak 3 tahun yang lalu,dan kenapa ia tidak mengirimi pesan ke anggota yang lain atau Ke Mas Agus yang lebih berhak karena ia ketua dari IRMA AlIkhlas ini sendiri dan ia juga kerabat dekatnya Mas Hafwan.

“Ah sudahlah,jangan pikirkan itu…” bisiku dalam hati sambil senyum senyum sendiri.

Tiba tiba suara notifikasi pesan masuk berbunyi,

“ukhty…Aku senang melihat status statusmu di Facebook,Keep Istiqomah yaa ukhty ” kata Mas furqan melalui pesan facebooknya.

“Terimakasih khy, do’akan “ jawabku ,15 menit kemudian dia membalas lagi pesanku.

“Ukhty pasti tau.. dalam Islam  tidak mengenal pacaran, Rasulullah pun tidak mencontohkan hal itu. , bagaimana menurutmu ukht?“ tanyanya

“Ya, saya setuju khy dalam Islam hanya mengenal Ta’aruf,khitbah,sama ijabkabul…lalu?” jawabku sambil terheran heran apa maksud dari pertanyaanya.

Tak lama setelah aku balas,suara notif kembali berbunyi.

“Alhamdulillah kalau tau, afwan kalo saya selama ini sering chat semoga tidak menjadi fitnah “

“Iya khy,amin “ singkatku.

 “Sungguh memusingkan pesan yang ia kirimkan padaku ini tiba tiba bertanya mengenai tanggapanku tentang pacaran,kemudian,meminta maaf lalu apalagi setelah aku balas barusan?”Celotehku dalam hati

Setelah 3 menit,5 menit,10,sampai satu jam dan berjamjam aku tunggu notif pesan masuk darinya ternyata tak ada.

“Yaaa… sudahlah jangan ngarep… dia gak akan balas lagi pesanku.. atau bahkan dia tak akan mengirimiku pesan lagi” lagi lagi ocehku dalam hati

Tiba tiba nurfa temenku tercinta dateng dengan kebiasaan buruknya masuk kamar orang tanpa ketuk pintu atau ngucapin salam. Yahhh ia memang sudah terlalu akut dengan kebiasaan buruknya itu.

“Hay,ra lagi apa sih anteng banget mantengin laptop bututmu itu ?” Tanyanya dengan wajah tak bersalah khas anak tk.

“Kamu kebiasaan deh fa, Tiap masuk kamarku tau tau ada dibelakang, gak ngucapin salam, gak ketuk pintu..haduhhh Rafifa.. Rafifa..“ jelasku dengan nada sedikit kesal.

“Apa sih Asma Humairah Zahra ….yang cantik jelita,rajin menabung,dan tidak sombong ? kamu  jangan marah donggg yaaa aku Cuma lupaaa hehehe”

“Lupa itu kadang kadang bukannya selalu, kalau selalu namanya pikun faaaa”

“Iya iya , kamu lagi apa sih? “tanyanya lagi mengganti topik  pembicaraan.

“Faaaaaa…..? kamu tau gak Mas Hafwan? anaknya Ustadz Umar ?” Tanyaku

“Ohhh aku tau kenapa emang…eh ehe eh tunggu Mas Hafwan Yang…?” tanyanya sambil senyum senyum padaku.

Kurasa pertanyaannya itu tak perlu aku jawab. Dia cukup tau tentang hal itu,bahkan hampir banyak hal dalam hidupku dia tau.

“Emmm iya…” jawabku sambil tersenyum membalas.

“Terus terus gimana?”

“Yaaaaa…dia chat aku di facebook,cuma ngucapin trimakasih sih,itu juga 3 hari yang lalu.” Jelasku.

“Terus, masa itu ajah” tanyanya penasaran.

Aku terdiam sejenak,kurasa aku tak perlu menceritakan pesan pesan sesudahnya.

 “Yaaa…itu ajah tapi aneh gak sih kok bisa tau facebooku,terus pas diliat kita udah 3 tahunan lebih menjalin pertemanan di facebook. Padahal aku gak inget,Aneh kan ?  padahal dulu pas dia masih disini kamu tau kan gimana? Negur ajah gak pernah apalagi nanya”

“Yaudah lah ra jangan terlalu dipikirkan mungkin sudah jalannya seperti ini,tapi cukup ikut bahagia deh semoga dia punya maksud ya,selain silaturahmi” katanya sambil tersenyum.

“apaan sih fa,, tapi amiin deh,ohh iya yuk kemesjid sekarang ada rapat Irma kan fa” kataku sambil menutup laptopku lalu pergi.

***

Hari mulai sore,Alhamdlillah akhirnya Rapat IRMA selesai sebelum Magrib. Semua akhwat pulang kerumahnya masih masing sedangkan ikhwan ada yang menunggu di madrasah untuk shalat magrib berjamaah.

“Alhamdulillh…”kataku sambil menyimpan berkas hasil rapat diatas meja belajarku. Tak lama setelahnya aku membuka kembali laptop ku,lalu kunyalakan modem,setelah itu aku langsung buka laman facebooku.

Sekarang sekarang ini aku sering buka facebook,habis shalat buka facebook,sebelum shalat buka facebook,udah ngaji buka facebook,mau ngaji buka facebook,beres makan buka facebook ,sebelum tidur buka facebook, bukan apapa  aku buka facebook bukan untuk Update  status atau like sana like sini tapi tidak lain hanya untuk melihat  apa ada pesan masuk atau tidak *ngarep, ya kurasa seperti itu…rasanya ingin sekali tiap hari ada hal penting dengannya, entah hal apa yang penting dia bisa mengirimiku pesan.

Ternyata benar, ada pesan masuk .

“Assalamu’alaikum..ukht mohon sampaikan maaf ku pada teman teman disana sepertinya  besok lusa ana tidak bisa hadir menghadiri undangan pengajian remaja mesjid di Alikhlas,tibatiba ada urgent yang tidak bisa saya sampaikan jelasnya,Mohon maaf ukht Insya Allah semoga lain waktu ana bisa bersilaturahim kesana “

 “Wa’alaikumsalam khy, maaf baru sempat saya balas pesannya,InsyaAllah permohonan maafnya saya sampaikan. Semoga segala urusan akhy Hafwan dilancarkan.”

Beberapa detik setelah saya balas dia membalasnya.

“Iya ukht,Jazakallahu khair atas do’anya “

“Waiyyakum khy “

***

Acara pengajian antar remaja mesjid  telah terlaksana,dan Alhamdulillah Lancar. Aku senang dengan adanya majelis majelis ta’lim seperti ini apalagi khusus untuk kaum muda seperti aku ini. Aku bersyukur karena telah menjadi salah satu makhluk  Allah yang masih diberi nikmat beribadah yang lebih dari Nya. Kalau melihat ke belakang atau kanan kiri masih banyak remaja remaja yang sudah Allah cabut kenikmatan beribadahnya, mereka tak pernah singgah kemesjid,malas sekolah, apalagi shalat lima waktu dsb Naudzubillah.

“Hmmmmm,ngapain yaa?”tanyaku pada diri sendiri sambil duduk manis diatas meja belajar dengan laptop terbuka di depanku.

“Hafwan,ya Mas Hafwan.” Kataku seketika dalam hati.

Sebenarnya setelah pesan terakhirnya 3 hari yang lalu tidak ada lagi pesan masuk di Mas Hafwan.sepertinya ada yang aneh dengan perasaanku ini mungkin Kalau kata anak gaul sekarang aku galau,gegana atau apalah itu. Aku mengalami itu semua dan sikap itu rasanya berlebihan. Sampai suatu saat saking inginnya aku dikirimi ia pesan,aku kirim dia pesan melalui sort message service dengan menshare semua orang terutama dia tentang pesan pesan berbau dakwah memang dibalas tapi hanya 1 balasan saja setelahnya tak ada,Itu hal bagus,tapi aku sendiri menyadari bahwa niatku beda,rasanya ini bukan aku,bukan Asma Humairah Zahra yang aku kenal sebelumnya.

“Sudahlah,.mending liat yang lain, apa yaaa…” tanyaku pada diri sendiri  sambil menggerakan kursor mouse melihat beranda facebooku,sampai akhirnya aku berhenti di salah satu status temanku, Nama facebooknya Rembulan Perak dia seorang penulis produktif yang cukup bagus menurutku,ia sudah menghasilkan banyak karya,bisa dibilang aku followersnya.

Kali ini statusnya cukup ngena kehati aku,terutama bagian tengah isi statusnya, kira kira seperti ini “……JANGAN LIBATKAN AMALAN UNTUK MENGALIBIKAN PERASAAN…” .

“Astaghfirullah….Ya Allah Hamba macam apa aku ini,Apa yang telah aku lakukan kemarin ?  Ya Allah semoga Engkau memaafkan segala kekhilafanku ini.” Kataku dengan mata berkaca kaca menahan rasa kesal dan malu  pada diri sendiri.

Sebenarnya aku yang bilang sendiri kan dalam ISLAM tidak ada yang namanya pacaraan,pdktan,htsan cinlokan atau bahasa bahasa yang anak remaja gaul bikin sekarang sekarang ini. Aku tau bahwa yang aku lakukan ini perbuatan yang memberi peluang ke hal hal diatas tadi,dan itu berarti mendekati Jinnah. Dan aku tau Allah sangat membencinya. Sepertinya,kemarin Virus merah Jambu telah menyerangku. Setelah puas aku memcanya aku langsung mengeluarkan akun facebooku,lalu aku ambil wudhu kemudian shalat.

***

“Astaghfirullah…..maafkan hambamu ini” kataku dalam hati tak henti memohon.

Aku harus yakin jodohku sudah Allah tulis di LauhMahfudz,dan itu sudah ketentuan Allah,aku jadi ingat kata kata motivasi dari sebuah buku yang pernah aku baca “ karena berharap hanya pantas pada sang pemberi nafas,dan karna berharap hanya pantas pada sang pengatur Detak jantung. “ Aku tak pantas berharap kepada seorang makhluk.Aku tak harus melakukan hal hal yang kemarin aku lakukan kalau Mas Hafwan memang serius padaku dia akan menghalalkanku dengan maharnya. Jika dia bukan jodohku aku harus yakin bukan dia yang terbaik untukku.dan aku tak perlu berharap lebih.

 

“Ya Allah…Anugrahkanlah kepadaku CintaMu,dan cinta dari seseorang yang mencintaiMu lewat keshalehannya yang akan mendekatkanku denganMu.Amiin Ya Allah Ya Rabbal ‘alamiin “

  • view 176