Who will be the first?

Siintrovert 29
Karya Siintrovert 29 Kategori Renungan
dipublikasikan 03 Agustus 2017
Who will be the first?

Ternyata kehidupan seperti itu memang ada, bukan hanya khayalan penulis-penulis fiksi ataupun khayalan seorang yang gemar mengkahayal sepertiku. Kehidupan romantis seperti itu dalam berumah tangga memang nyata adanya. perasaan aneh saat awal-awal pernikahan yang terkadang membuat kita lupa bahwa kita telah memiliki seorang pendamping yang disebut suami. Sikap overprotektivenya yang terkadang membuat kita wanita merasa jengah dengan sikapnya tersebut. Pedulinya dia saat kita menghadapi masa kehamilan terlebih pada kehamilan pertama seperti itu. Stressnya dia menghadapi permintaan sang istri saat masa ngidam. Pengertiannya dia yang tidak ingin membuat kita terlalu lelah dalam masa itu. serta kehidupan sehari-hari lainnya yang baru kita rasakan bersama seseorang yang disebut SUAMI tersebut. Cara dia mengajak kita untuk selalu mengingat-Nya, mengingatkan kita menghadap-Nya ketika panggila-Nnya telah terdengar, mengaji bersama setelah shalat berjama'ah, serta petuah-petuah agama yang entah darimana dan kapan dia mempelajarinya yang baru kita sadari setelah kita telah terikat dalam sebuah ikatan yang disebut PERNIKAHAN. Yang membuat kita sadar dan berpikir bahwa "yaahhhh, aku tidak salah memilihnya". Sungguh semua itu sangat indah, sangat penuh dengan kasih sayang. kehidupan yang sangat aku damba saat nantinya aku juga melangkah pada lembar baru kehidupanku. Dengan status baru, suasana baru, ikatan baru, dan semua hal yang nantinya baru akan kita rasakan setelah ikatan itu sah. aku benar-benar iri mendengar semua cerita indahmu itu saudaraku. Cerita itu benar-benar membuat khayalanku selama ini menjadi lebih menjadi-jadi dan membuatku berpikir, "akankah aku juga akan menemukan pria seperti itu?". Namun sebelum kehidupan indah itu kuhadapi, aku hanya ingin mempersiapkan diri untuk menghadapinya. aku hanya akan terus memperbaiki diri hingga masa itu akan tiba. Tapi dalam mempersiapkan diri tersebut, kita juga tidak boleh lengah. Kita tidak boleh hanya memimpikan kehidupan indah seperti yang telah kusebutkan di atas, karena tidak pernah tahu siapakah yang akan menjemput duluan, apakah kehidupan indah berumah tangga seperti yang diimpikan atau kematian yang membawamu untuk bertemu dengan yang si empunya kehidupan....

  • view 119