Mengingat Masa Lalu.

Sofyan Tsauri
Karya Sofyan Tsauri Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 28 Agustus 2016
Mengingat Masa Lalu.

Nostalgia, salah satu cara paling sederhana untuk bahagia - Pepatah dari negri antah berantah -
Nampaknya bos facebook mas zuckerberg memahami betul kalimat ini, jika tidak percaya, tengoklah sosial media besutan belio, facebook. setiap kali kita membuka akun facebook di pagi yang buta atau di saat sedang mengumpulkan nyawa, facebook dengan sigap menyodorkan sebuah kenangan yang (pernah) kita bikin setahun atau 3 tahun sebelumnya di hari yang sama baik dalam bentuk tulisan, foto maupun video.
Barangkali zuckerberg ini hendak mengingatkan bahwa mengenang masa lalu tak melulu sakit atau bikin baper, kalopun ada luka yang  lama tertutup rapat dan muncul lagi sebab kenangan itu, saya pikir, rasanya tak lagi sama seperti dulu. malah mungkin kita akan tersenyum geli, betapa naifnya diri ini, menceritakan hal-hal yang seharusnya disimpan di brangkas otak justru dipublikasikan. untuk dikonsumsi publik. Belum lagi, tulisan kita masih alay, merubah huruf menjadi angka, A bertransformasi jadi 4, APA jadi 4P4. menyingkat-nyingkat kalimat atau memposting hal-hal kurang penting semisal, "Duh Laper" atau "Bete" dan secara tidak sadar, kita menjadi bagian dalam skema manusia ala Raditya Dika, Laihir - Bayi - Anak-Anak - Ramaja - Alay - Dewasa.
Lebih dari itu, zuckerberg juga ingin mengingatkan kita bahwa menziarahi masa lalu adalah keniscayaan, yang semestinya kita lakukan. memang tak bisa dipungkiri, beberapa dari kita enggan untuk menggali masa lalu yang muram dan memilukan dengan berbagai dalih, apalagi yang berhubungan dengan mantan. saya tidak memungkiri dan memaksakan itu, namun, yang saya ingin katakan adalah bahwa bukankah di dalam al-quran banyak sekali ayat-ayat yang menceritakan masa lalu yang suram? tentang fir'aun, tentang bani israil, tentang kaum ad, dan banyak lagi. pertanyaannya, kenapa? tentu saja supaya kita dapat mengambil pelajaran dari masa lalu agar tidak terulang kembali dan bukankah hanya keledai yang jatuh di lubang sama?
oleh sebab itu, berdamailah dengan masa lalu meskipun pilu, berbaikanlah dengan mantan meski menyakitkan, ingat kata bung besar kita, Soekarno. JAS MERAH, Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah. JAS LAMA, Jangan sekali-kali Lupa Sama Mantan. :D

  • view 366