Si Tua Penunggu Teras Kala Fajar

Jazmina Shofiya
Karya Jazmina Shofiya Kategori Puisi
dipublikasikan 13 Agustus 2017
Si Tua Penunggu Teras Kala Fajar

Seperti biasa

Teras itu tak pernah kosong

Betapapun kuatnya hawa fajar  mengelus-elus rambutnya

dan mengoyak pori-pori kulitnya

 

secangkir kopi hangat

dengan kepulan asap  yang menyebar  lebih membuatnya terlena

aromanya selalu khas kopi, tentu saja.

bagaimana tidak,

ia tahu persis itu kopi.

            Bukan.

            Dia bukan penikmat berbagai jenis kopi

            Dia juga tak tau menahu apa itu barista

            Dia hanya tua penunggu teras kala fajar

 

Tepekur menekuri langit

Menjaring galaksi satu persatu

Lalu disimpannya pada saku tepat di bilik hatinya

Tepekur menjelajah bumi

Menyapu tanah kotor dan bau

Sesekali ia menyeruput ...

Semesta jadi bersemi

Juga panas

Juga gugur

Juga bersalju

            Hhhh....h 

            Dia menghela.

            Setidaknya, kopi tetap bisa dinikmatinya

            Pada kotor dan bau teras tempat ia bersantai.

            Setidaknya, kopi terasa lebih bernurani, jujur,  apa adanya pada hitam dan pahit

           seliweran manusia yang akan ia jumpai selepas fajar.



By: Jazmina Shofiya

           

           

 

 

 

  • view 29