Para Pencinta al-Qur'an

Jazmina Shofiya
Karya Jazmina Shofiya Kategori Inspiratif
dipublikasikan 27 Agustus 2016
Para Pencinta al-Qur'an

Senin, 1 September 2014

            Pelantun kalam Ilahi, bibir-bibir mereka senantiasa basah oleh ayat-ayat suci teragung. Khidmat membaca satu demi satu huruf, menyibukkan hari-hari mereka bersamanya hingga tak ada sedikitpun waktu yang terbuang percuma. Berbahagialah mereka yang dianugerahi Allah kemampuan untuk dekat dengan al-Qur’an, berbahagialah mereka yang senantiasa mencintai al-Qur’an dan mengamalkannya. Itu merupakan anugerah teragung dan teramat mulia. Tak semua mampu seperti itu. Sungguh, Maha Suci Allah SWT.

            Ini tentang salah satu seminar yang beberapa hari lalu, tepatnya tanggal 27 Agustus hari Rabu 2014. Lokasinya di kampus dengan pembicara Ustadz Faris Jihadi,Lc. Pemilik motto “Berusaha maksimal dan manfaat dengan sesama.” Acara seminar nasional ini diadakan oleh mahasiswa yang tergabung dalam HTQ (Hai’ah Tahfidzul Qur’an) yaitu para penghafal al-Qur’an yang ada dalam naungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Alhamdulillah, berkesempatan untuk ikut serta mengikuti acara tersebut bersama dengan sahabat-sahabat seperjuangan. Anugerah agung karena dikumpulkan oleh al-Qur’an.

Hal yang dibahas dalam seminar tersebut adalah tentang sejarah penulisan atau teks al-Qur’an dan kemukjizatan al-Qur’an. Namun, aku tak ingin mengurai panjang lebar akan hal itu. melainkan, ingin berbagi pengalaman khidmatnya bersama mereka para pecinta al-Qur’an yang mulia.

Rasa iri menyergap, kawan…

Bagaimana tidak, mereka istimewa dengan anugerah mulia tersebut, sedang diri ini tidak seperti mereka. Walau sungguh, masing-masing kita memiliki keistimewaan dan potensi diri. Keinginan mulai menggebu-gebu, ingin menjadi para pencinta dan penjaga al-Qur’an, ingin senantiasa melafadzkan kalam ilahi di setiap helaan nafas layaknya mereka. (semoga Allah senantiasa memberikan anugerah mulia tersebut pada kita, menaburi setiap hati kita dengan kecintaan agung tersebut, Aaamiiin)

Bagi mereka, ada kenikmatan dan kepuasan tersendiri ketika tenggelam menyelami ayat demi ayat, atau huruf demi huruf al-Qur’an. Butuh kesabaran untuk selalu istiqomah, keikhlasan serta ketekunan. Sempurna memasrahkan diri kepada Allah (SubhanaAllah…). Mungkin tak selalu mudah, butuh proses panjang. Ada berbagai rintangan dan ujian yang harus dilalui. Bukankah untuk bisa beralih ke derajat yang lebih tinggi, ada ujiannya dahulu ?! untuk mengetahui seberapa kuat iman bersemayam dalam diri, dan pantaskah diri kita mendapatkan derajat yang lebih tinggi.

Begitulah kawan, betapa indahnya jika setiap pijakan kaki, helaan nafas dan kerdipan mata di bumi cinta ini teriringi oleh kalam Ilahi yang mulia.

Sebelum menutup tulisan ini, ada tugas yang disampaikan oleh ustadz Faris Jihadi,Lc. bagi seluruh kaum muslimin dan muslimat di manapun berada :

“Mengajarkan (ajarkanlah) al-Qur’an sebagaimana ia dibunyikan, bukan sebagaimana ia dituliskan.” Mengajarkannya dengan fasih sesuai dengan hukum-hukum bacaannya. Berkaitan dengan ilmu tajwid. Karena, banyak orang yang mampu membaca al-Qur’an namun tak fasih atau tak sesuai dengan hukum-hukum tajwid yang ada. Walaupun orang Arab sekalipun yang menggunakan bahasa ibu mereka dengan bahasa Arab.

?????????? ???? ????????? ?????????? ???????????

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur`an dan mengajarkannya.” (Sabda Rasulullah SAW.)

Jazmina Shofiya

04:16

  • view 257