Jawaban Ibu Tentang Kegelisan Masa Depan Anaknya

Shofia Trianing
Karya Shofia Trianing Kategori Motivasi
dipublikasikan 17 Maret 2016
Jawaban Ibu Tentang Kegelisan Masa Depan Anaknya

Beberapa hari yang lalu, saya sempat bercakap-cakap dengan ibu saya melalui telepon. Pembicaraan kami seperti biasa layaknya percakapan anak dengan ibunya yang saling menanyakan kabar disusul dengan pertanyaan rutinitas, seperti sudah makan, sekarang sedang apa, habis ini ngapain, dsb. Terkesan biasa saja dan mengalir saja, hingga suatu ketika entah mengapa saya tiba-tiba merasa gamang terhadap masa depan.?Well, untuk sebagian besar orang yang telah hampir menyentuh usia seperempat abad pastilah banyak yang diam-diam sering bertanya pada diri sendiri, entah tentang jodoh, studi, karir, keuangan, dsb. Saya kira itu wajar, sebab seperempat abad bagi seseorang adalah titik di mana seseorang banyak mengambil resiko dalam hidup, terutama tentang karir dan hubungan asmara.

Sayapun memberanikan diri untuk curhat kepada ibu saya, "Ibuk, kok rasanya aku gamang ya menghadapi masa depan, entah itu jodoh maupun karir."

Dalam hati, saya menebak ibu akan menuntut saya untuk ini-itu. Tapi, ternyata jawaban ibu saya sangat simpel, "Ya berdoa saja".?

Seketika itu saya terdiam. Tersadar bahwa saya bukanlah apa-apa tanpa campur tangan Allah. Ketika semua usaha telah dikerahkan, maka satu hal yang seringkali kita lewatkan, yaitu berdoa. Berdoa menjadi suatu hal yang penting, karena di sanalah bukti keimanan seseorang diuji lewat segala ketentuan-Nya. Maka sekecil apapun usaha kita janganlah sampai lupa untuk berdoa. Selamat berdoa dan selamat berupaya :)

?

  • view 137