Cambuk

shofa farihah
Karya shofa farihah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 19 Desember 2017
Cambuk

Ini kali pertama aku menulis, setelah sekian lama terkurung dalam penjara sendiri. Dua hari lalu, seolah ada cambuk yang mendarat tepat di dasar pikiran. Cambuk itu dipecut melalui kata tanya. Pertanyaannya sederhana, ia menanyakan karya yang barangkali boleh ia lihat seksama.

Namun sejenak napasku berhenti, sulit berpikir tentang jawaban apa yang harus kuberikan.

Aku ingin memperlihatkan segenap karya yang mungkin patut dibaca, tapi setelah mencoba membuka draft di sudut memori, semuanya tak ada. Nyatanya aku "tak pernah menulis apa-apa".

Sesekali aku menerawang, mencoba mengingat ekspresi orang-orang saat memandangku. Ternyata itu pandangan tentang tinggi-sangka, bahwa aku banyak punya dan melahirkan --setidaknya-- puluhan karya.

Nyatanya aku "tak pernah menulis apa-apa".

Mataku berkaca-kaca, sesak rasanya. Dua puluh dua tahun terlalu lama dengan tanpa karya. Aku bertanya-tanya, apakah aku terlambat jika memulainya sekarang? Kemudian aku mendapat "jawaban", selama nyawa masih di tenggorokan, terlambat hanyalah sebuah kata. 

BANGUN!

  • view 18