Saya Kafir?

Shinta Siluet Hitam Putih
Karya Shinta Siluet Hitam Putih Kategori Agama
dipublikasikan 12 Juni 2016
Saya Kafir?

Biar gak tegang, sekalian dengerin ini ya, mbak mas inspirator...

Maher Zain - Ummati

________________________________________________

“KAFIR KAMU!”, begitu isi sebuah message di inbox facebook saya tadi malam. Sekitar 30 menit seusai posting status saya yang tulisannya begini :

Perkara warteg, perkara ibadah puasa, perkara rasa toleransi org yg berpuasa...

Lha kon Tuhan ta, pak? Biarlah ibadah itu urusan pelakunya dan Tuhannya...pak...(nek jeneng e wong niat poso, gk bakal lah ngiler trs mokel)*

*artinya : Apa kamu Tuhan, Pak? Biarlah ibadah itu urusan pelakunya dan Tuhannya, pak. (Kalo namanya orang udah niat puasa, ya gak bakal ngiler terus batalin puasanya)

Biarlah mencari rejeki itu urusan pelakunya dan Tuhannya...(nek ancen gk halal, seng mlebu neroko kan wong e, gudhuk bapak)**

**artinya : (Kalo memang gak halal, yang masuk neraka kan orangnya, bukan bapak)

Sepintar kita menyembunyikan dosa dan sepintar kita berkilah di depan orang tentang aib kita, pak...

Pak pak, perkoro warteg ae dadi rame... :) ***

***artinya: pak, pak, perkara warteg aja bisa jadi rame... :)

Ojok sampek bapak2 iki trnyata biasane mangan ndek warteg pisan pas awan2...aparat ae iso khilaf mesum 'berbasis' razia...opo maneh mek razia warteg... ****

****artinya: Jangan sampe bapak-bapak ini ternyata biasanya suka makan diwarteg pas siang2, aparat aja bisa khilaf mesum ‘berbasis’ razia, apalagi cuma razia warteg

________________________________________

Saya sontak kaget mendapati sebuah kalimat yang seumur hidup baru kali ini dilayangkan begitu keras kepada saya. Apa salah saya? Saya tercenung dan menunduk sejenak, apa saya berbuat musyrik? Apa saya memfitnah orang? Apa saya pindah agama? Apa saya apa saya? Ditempa beberapa pertanyaan seperti itu, saya mencoba tenang dan menghela nafas panjang. Mencoba memasang tampang ‘cool and calm’ andalan saya. Hehehe...

Saya lihat akun facebook-nya, ya memang dia teman facebook saya tapi saya tidak mengenalnya dan tidak pernah berkenalan sebelumnya. Yaa...hanya sebatas teman ruang maya saja...sebatas itu...

Begitu mudahnya dia meng-kafir-kan saya? Lalu, masih dengan tampang kalem ini saya beranikan membalas messages Mas ini. Mas X namanya, sebut saja Mas Jihadun...

Saya : Kafir? Maaf, mas. Saya kafir dari sisi mananya ya?

Mas Jihadun : itu, statusmu...kamu belain si Ibu kan? Dia jelas-jelas gak punya toleransi, buka warung pas lagi bulan Ramadhan.

Saya : Ada pernyataan saya yang mewakili “saya membela si Ibu” ?

Mas Jihadun : Yaa nggak seh...

Saya : *pasang senyum penuh kemenangan* ya sudah, toh saya memang tidak membela siapa-siapa dengan peristiwa yang sedang jadi viral diberbagai sosmed dan berita-berita di tv.  Saya hanya merasa iba saja ke Ibunya, kalaupun memang harus dirazia, setidaknya mereka masih bisa memanusiakan manusia. Perkara dia mau cari rejeki dengan cara apapun dan kapanpun, itu urusan Si Ibu dengan tuhannya...

Mas  Jihadun : Tapi berarti kamu apatis dengan agamamu...jelas-jelas yang dilakukan si Ibu dosa, gimana kalo ada orang puasa lewat ke depan warung dan mencium bau masakkannya dan membatalkan puasanya?

Saya : maaf mas, mas ini anggotanya ep’pe’ii ya? Ato jangan-jangan mas itu Tuhan? Semudah itukah manusia jastifikasi dosa terhadap sesamanya? Sesama pemakan nasi? Sesama makhluk yang bernafas?

Mas Jihadun : yaa, bukan saya penghisab dosa, saya juga ummat-Nya...

Saya : haha, banyakin minum air putih masih kalo saur mas...mungkin memang status saya yang suka ceplas-ceplos, maklum saya orang awam...makasih ya, label saya sekarang jadi kafir dimata mas...*log out* (saya memutuskan meninggalkan perdebatan yang absurd ini, ciehh kasian endingnya gantung)

Ada seorang inspirator yang pernah bilang ke saya, intinya “JANGAN MEMBELA DIRI DI DEPAN ORANG YANG TAK SEPAHAM DENGANMU”, itu saya ingat terus. Terimakasih, Mas...

_________________________________________

Oh iya, status saya ini juga sempat jadi perdebatan dengan teman sesama inspirator di facebook, sebut saja dia mas irfan lelaki benang (eh, ini bukan nama samarannya? Maaf mas). Setelah beberapa lama casciscus dan memang kita tidak sepaham (ciieehhh tidak sepaham), saya justru berada dikubu yang netral dan mas irfan berada dikubu si Ibu. Saya rasa dia juga sama simpatinya seperti saya. Tapi dengan ketidak sepahaman itu hubungan pertemanan kita masih baik kok. Saya salut, meski dia tidak sepaham dengan saya, dia debat pake logika. Beda dengan Mas Mujahidun yang ada di inbox facebook saya. Saya jadi ingat, saya dan dia pernah tak sepaham juga tentang kinerja wartawan sekarang. (semoga kamu masih ingat mas, aku yang dari dulu tak pernah sepaham denganmu, eeeaaaa...)

Pertanyaan terbesar saya, kenapa orang jaman sekarang dengan mudahnya jastifikasi dosa dan dengan gampangnya memasang label “kafir” kepada semua orang yang tak sepaham dan sepemikiran dengan dia???? Why??? (cieh sok inggris)

Atau orang-orang ini sudah bertindak seperti Tuhan? Atau memang mereka men-Tuhan-i diri mereka sendiri? Wallahu ‘alam bissawab...

Yaa, saya menulis ini setelah baca tulisannya pak Dani Kaizen yang judulnya mabuk janda *eh salah! (becanda pak dan, gimic gimic *sungkem) Mabuk Agama #7 . Tulisannya sederhana tapi menggugah rasa penasaraan dan rasa intropeksi saya, sebenarnya orang yang “sadar” tentang agamanya itu seperti apa? Apa memang selama ini orang-orang ini, itu, atau mungkin juga saya hanya mempelajari agama yang kita yakini hanya sebatas kulitnya saja? Tidak sampai dagingnya atau bahkan bijinya?

Tulisan milik Pak Dani Kaizen ini, intinya ingin mengajak kita untuk instropeksi diri sendiri, apakah memang selama ini kita sudah “sadar” dalam beragama atau jangan-jangan kita selama ini sudah sampai taraf “mabok agama”??? (Wallahu ‘alam bissawab)

Jujur, saya bukan orang yang baik, benar, beragama, dan berbudi pekerti. Saya juga tidak tau, menurut Allah saya adalah hamba-Nya yang seperti apa? Karena, bagi saya parameter baiknya saya dan Allah, bisa jadi sama, bisa jadi berbeda. Saya cuma Hamba-Nya yang cukup “heran” melihat Hamba-Hamba lainnya yang bertindak mirip Diri-Nya...

 _______________________________________________

*Ini tulisan bukan tausyiah ya, bukan ceramah menjelang berbuka puasa juga...saya menulis ini karena saya malas beli buku diary, saya jg lebih suka ngetik daripada nulis...dibaca Alhamdulillah, gk dibaca juga gpp, yang penting hati saya yang katanya “kafir” ini sudah plonnnggg...

(semoga gak dikasih kartu merah sama tim redaksi Inspirasi.co yang isinya agak sarkarsme)

Salam Hangat, Salam Sungkem, Tabik (Kalo kata mas bay)

Maturnuwun, Terima Kasih...

Siluet Hitam Putih :)


  • Pemimpin Bayangan III
    Pemimpin Bayangan III
    1 tahun yang lalu.
    ?JANGAN MEMBELA DIRI DI DEPAN ORANG YANG TAK SEPAHAM DENGANMU?

    T_

  • Nisrina S Nissinero
    Nisrina S Nissinero
    1 tahun yang lalu.
    lebih baik diam daripada berpotensi debat kusir, dan langkah Mbak Siluet udah bagus, yaitu log out, karena debat kusir dengan orang seperti itu akan makan hati dan malah berpotensi memancing amarah.
    Meladeni orang b*go, sama saja kita yang jadi ketularan.

    Sabar yah, Mbak. Terkadang seseorang lupa bahwa dia ingin jadi dalang, padahal dia sendiri adalah wayang.

    Salaam Romadlon ^_^

    • Lihat 3 Respon

  • Dani Kaizen
    Dani Kaizen
    1 tahun yang lalu.
    @Shinta Siluet Hitam Putih......santai saja mbak shinta......mungkin yg ngatain kafir itu lagi "mabok agama"....... atau kurang piknik......hahahaaaaa..........
    .
    .
    kalau aku malah gak cuma sering dikatain kafir......tapi juga teman2nya kafir => musyrik, syirik, sesat menyesatkan, liberal, bid'ah, dkk
    .
    .
    Saran saya gak usah diladeni kalau ada yg ngajak debat difacebook.....tapi kalau udah keterlaluan komentarnya....lebih baik BLOKIR saja......hehehee :-)
    .
    .
    *izin nyepam => MABOK AGAMA => https://www.inspirasi.co/post/details/15190/mabok-agama--7

    • Lihat 6 Respon

  • Irfan Kriyaku.com
    Irfan Kriyaku.com
    1 tahun yang lalu.
    Beeuh..., SEMBARANGAN..!!!
    Perasaan semalam bukan debat itu.. gue carmuk tauuuu... #siulsiul

  • Anis 
    Anis 
    1 tahun yang lalu.
    ada pendapat untuk tulisan ini gak mbak? kayaknya tulisan ini jurnalis bgt, hehe

    https://www.facebook.com/lafatah/posts/10154224628169304

    • Lihat 11 Respon