Dua Ruh , Satu Raga

Shinta Siluet Hitam Putih
Karya Shinta Siluet Hitam Putih Kategori Puisi
dipublikasikan 08 April 2016
Dua Ruh , Satu Raga

Disapanya lagi aku

Kamu selangkah lebih maju

Tidak seperti waktu itu

Kamu malu-malu

?

Kini kamu datang bawa sesuatu yang baru

Bawa sifat yang tidak seperti dulu

Kamu lebih ramah terhadapku

Ya...yang aku rasa begitu

?

Sekilas kamu nampak seperti invidu yang lalu

Paras yang hampir mirip dan pembawaan yang sama

Kalian datang tiba-tiba dengan waktu yang tiba-tiba pula

Namun begitu cepat pergi dengan hanya sekedip mata

?

Bersamamu terasa sedang bersama dia yang lalu

Itu lho yang pernah aku ceritakan kepadamu

Yang tidak pernah berada 5 centimeter di depan hidungku

Kamu masih ingat?

?

Kalian itu tampak sama, seperti dua ruh dalam satu raga

Simpan misteri yang sama

Datang entah darimana, menutup mataku begitu saja, lalu menyuruhku mengira-ngira

Namun justru kalian yang bisa menarik jiwa dan hati secara bersamaan

?

Tanpa basa-basi kamu bertanya, siapa pasangan yang bersanding denganku sekarang ini

Jauh-jauh dari seberang pulau, kamu hanya tanya begitu? Buat apa?

Itulah kenapa manusia diciptakan siaga dan waspada

Karena pada akhirnya akan ada yang pergi dan dengan tiba-tiba datang kembali

?

Buatku jika kalian hanya singgah, janganlah kepadaku

Sudah lelah harus menyiapkan makanan kecil dan secangkir teh hangat

Dan duduk di teras berdua

Mungkin angin dan daun juga sudah bosan melihat kalian

Enyahlah sekalian bila memang tidak ada niat untuk tinggal

  • view 167

  • Dinan 
    Dinan 
    1 tahun yang lalu.
    Asyik Hitam Putih..

    Puisi yang tenang dan dalem. Saya bukan ahli sastra dan tak mengerti satra. Tapi, puisi ini 'menyentil' hatiku.

    Dua Ruh, Satu Raga...
    Seperi dua 'orang' dalam satu 'raga', mungkin yang hari ini masih terlihat banyangan yang hari kemarin. Tapi, sayang tak ada yang mau tinggal. Sebaiknya pergi saja, bahkan angin dan daun bosan melihat kalian apalagi Aku. *Eh edisi sok tahu

    • Lihat 1 Respon