the stories begin....

Schumi Azzahra
Karya Schumi Azzahra Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 02 April 2016
the stories begin....

Dering Telepon itu...........

??????????? Seperti biasanya tiap malam sekitar jam tujuhan aku selalu menonton tivi di rumah keponakanku Royan karena di rumahku belum punya tivi jadi kami sekeluarga kalau menonton tv ke rumah tetangga. Malam itu aku menonton di rumah Royan sama adik dan keluarga Royan dan tetangga-tetanggaku yang lainnya yang belum mempunyai tivi juga di rumahnya.

??????????? Ketika kami semua sedang menikmati acara di tivi tiba-tiba kami semua dikagetkan dengan dering telepon yang nyaring sekali yang kebetulan letaknya tepat di sebelah televisi. Kriiiiiinnnngggg.....Kriiiinnnngggg....Kriiiinnngggg....

??????????? ?Halo??

??????????? ?Oh..mas Eko? Iya mas?...?.iya?...

??????????? ?Iya....?

Sambil membawa teleponnya ke dalam kamarnya, terdengar suara yang di seberang telepon berbicara panjang lebar,dan Royan pun hanya bilang...iya..iya...dan iya...

Setelah sekitar 10 menit an Royan berbicara dengan orang yang menelponnya, dia keluar dari kamar sambil tersenyum-senyum.

?Siapa yang telpon yan?? tanya mbahnya.

?Mas Eko?.

?Mi, ada kabar bagus buatmu! Ini tadi mas Eko telpon katanya ada temannya yang tidak punya anak, lagi mencari anak untuk dijadikan anak asuhnya. Orangnya kaya tapi tidak punya anak, makanya dia mencari anak mau disekolahkan dan tinggal bersamanya. Sudah kamu ikut saja, kamu bakalan enak wes, orangnya kaya, tidak punya anak pastinya kamu bakal disayang, di sekolahkan, tidur dikasur yang empuk. Siapa tahu nanti sampai dikuliahkan, mau ya?? Katanya Royan menjelaskan padaku sambil berapi-api dan bersemangat.

Aku mendengar penjelasannya hanya tersenyum-senyum dan membayangkan betapa enaknya kalau memang benar apa yang dikatakan Royan. Jujur aku sangat tertarik, betapa bahagianya kita di asuh oleh seorang yang kaya, disekolahkan, ?juga tinggal di rumah yang bagus, kasur empuk, makan enak, betapa indahnya impian itu.

?Gimana Mi? mau ya? Sudah kamu sekarang tidak usah bingung mau ikut ibumu atau bapakmu? Sudahlah bakalan enak hidupmu.? Sekali lagi Royan meyakinkanku.

??????????? ? Hemm...gimana..iya wes.? kataku pasrah tapi senang, ada keraguan juga sih sebenarnya tapi sedikit.

??????????? ?Itu nanti beneran atau gak Yan? Nanti cuma bohong dan penipuan?? Kata Ibunya Royan.

??????????? ?Halah...ya gak mungkin lah buk kalau mas Eko bohong, ini tadi dia bilang kalau orangnya ini bener-bener lagi mencari dan butuh anak untuk dijadikan anak asuhnya. Minggu ini kalau jadi, orangnya mau bertemu dan kita disuruh kerumahnya.? Jelas Royan kepada kami semua.

??????????? ?Sudah, gimana Mi pendapatmu? Mau apa gak? Mau aja daripada bingung dan dimusuhi ibumu kalau ikut bapakmu. Mungkin ini jawaban Allah dari kebimbanganmu dan masa depanmu. ? Kata ibu Royan sambil senyum padaku.

Akupun hanya menjawab dengan senyum dan mengangguk-angguk tanda setuju, dan dengan malu-malu bilang ?ya?.

Betapa malam itu begitu malam yang melambungkan diriku, aku benar-benar sangat bahagia, aku benar-benar membayangkan apa yang telah dikatakan Royan kepadaku. Angan-anganku untuk SMA bakalan terwujud. Secara, selama ini kehidupanku penuh dengan kekurangan, betapa menyenangkan membayangkan bakalan hidup enak, sekolah di SMA favorit di pusat kota. I love it.

Setiba di rumah, akupun menceritakan semuanya kepada ibu dan bapakku, dan kalian tahu teman-teman, kedua orang tuaku menyetujuinya, walaupun sebelumnya ibuku bertanya seperti ini padaku

?kamu sudah siap tidak tinggal bersama orang tua??

?Kalau tekadmu sudah bulat tetap ingin sekolah dan mau tinggal dengan orang lain, kami setuju-setuju asal kamu tidak tinggal bersama bapakmu?. Kata ibuku.

?Ya, aku siap?. Kataku dengan berkaca-kaca.

Walaupun jujur aku sebenarnya juga berat dan belum 100% hatiku mau tinggal dengan orang lain, tetapi menurutku ini merupakan hal yang terbaik untukku. Lebih baik aku tinggal bersama orang lain te tapi aku tetap sekolah daripada aku ikut bapakku yang nantinya bakal membuat sedih ibu dan bapakku. Dan pada akhirnya akupun menerima tawaran itu dan menemui calon ?ortu asuhku?.

to be continued....

  • view 115