Merindu yang Lalu

Sherly Nandya Putri
Karya Sherly Nandya Putri Kategori Renungan
dipublikasikan 27 Februari 2017
Merindu yang Lalu

Ada kalanya kita merindukan semua hal kecil yang dulu kita sering sepelekan. Bahwa pertemuan manis yang terkadang menimbulkan gesekan jiwa baik itu rasa bahagia, susah, amarah yang akhirnya harus berujung pada 1 kata : perpisahan. Sesungguhnya tidak ada kata perpisahan itu, semua hanyalah tipu daya jarak dan waktu yang kini ada diantara kita. Tak kan ada lagi waktu dan kesempatan yang sama yang akan kita dapat seperti dulu.

Setiap orang pasti menginginkan kembali ke masa lalunya. Memiliki mesin waktu untuk dapat kembali memutar atau bahkan masuk pada dimensi waktu yang telah terlewatkan. Tak ada yang ingin didapatkan selain momen-momen kebersamaan yang entah itu indah atau susah. Namun sekuat apapun daya kita untuk mengupayakannya, kita tak akan pernah bisa mengulang situasi yang sama seperti dulu. Karena semuanya telah berlalu dan tak akan mungkin bisa kita kembali seperti disaat yang lalu.

Apa sebenarnya esensi dari “kembali ke masa lalu” itu sendiri? Sebenarnya kita hanya membutuhkan ulasan balik sebagai bahan untuk menatap hidup di hari-hari yang masih harus kita jalanii kedepannya. Disaat kita lelah atau bosan dengan apa yang saat ini ada dihadapan kita, satu-satunya harapan yang dapat kembali menggelorakan api di jiwa adalah... kenangan. Ya. Meskipun kita tak dapat mengulangnya kembali, tetapi..semangatnya, geloranya tak akan pernah padam di jiwa.

Manusia datang dan pergi mewarnai hidup kita dengan beragam warna. Ada  yang menorehkan tinta hitam, hijau, biru, hingga merah muda. Bagaimanapun juga mereka telah mengisi hari-hari kita yang nantinya akan menjadi kenangan. Kenangan baik ataupun buruk.

Semoga setiap keeping kenangan yang kita punya tak hanya menjadi kenangan dan berlalu sia-sia, namun dapat senantiasa memercikkan semangat api di jiwa untuk menjadi manusia yang lebih baik!

Let’s get better! Let’s Moving on : )

Dilihat 75