Weekend Permulaan Mei

Raisera Agustina
Karya Raisera Agustina Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 05 Mei 2016
Weekend Permulaan Mei

Minggu..hari weekend yg menjadi hari penghulu waktu luang tuk istirahat dari rutinitas kesibukan para pekerja dan hari libur sekolah bagi para pelajar. Berbagai aktifitas yg dilakukan orang mengisi hari tersebut. Mulai dari berolahraga, senam, jalan santai, shopping, kopdaran, dan mungkin cukup stay dirumah kumpul bareng keluarga atau memilih beristirahat total saja.

Dan weekend kali ini aku sendiri memilih pergi kesuatu tempat tuk menambah wawasan mengenai agamaku Islam. tempat ini biasa disebut sebagai majelis ilmu. majelis yg kukunjungi kali ini berada di daerah kwitang yg tak jauh dari bunderan tugu tani dan persis berada dibelakang gedung buku gunung agung. Oh yaa, disana terdapat pengajian rutin setiap minggu pagi yg sudah ada sejak lama sekitar 98 tahun sampai sekarang. Makanya orang menyebut majelis tersebut sebagai majelis tertua dan terlama yg telah berdiri. Namanya Majelis Habib Ali Al Habsyi Kwitang lebih kurang sperti itu namanya didirikan oleh habib pemilik nama majelis tersebut. Alhamdulillah majelis tersebut selalu ramai didatangi Bapak2 dan ibu2 yg mendominasi juga anak muda yg tak ketinggalan ikut andil datang. Indahnya melihat pemandangan disana, karena minggu pagi yg biasa diisi masyarakat jalan santai atau berolahraga, ternyata banyak juga masyarakat datang kesana. Mereka biasa datang tuk berziarah makam yg ada dimasjid kemudian mendatangi aula yg tak jauh dari masjid tuk ikut bersholawat bersama dan duduk manis mendengarkan siraman rohani dari para ulama dan habaib. Sungguh keberkahan tercurah dalam majelis ilmu itu, karena selain mendapat pengetahuan agama kami juga dapat mempererat tali silaturahim.

Disela keramaian aula aku dan beberapa kawan barenganku mulai mengambil posisi duduk di bagian khusus wanita bersama para ibu2. Berharap mendapat keberkahan bersama mereka yg hadir dan memperoleh bekal ilmu ketika pulang dari sana. Aamiiin.
Sholawat dan salampun mengalun indah dan kompak dari suara jamaah yg hadir memenuhi aula yg dipandu langsung oleh seorang bapak telah berumur banyak tuk mengalunkan pujian berupa sholawat yg ditujukan kepada sang kekasih Nya rosulullah sollalahu a'laihi wassalam dan tak lupa beberapa kalimat doapun ia panjatkan kepada sang khalik. Tak lama setelah itu, tibalah saatnya seorang penceramah berdiri didepan podium dan bersiap menyampaikan ceramahnya pda minggu ini. Dan tema yg diangkat kali ini mengenai Riba. Seperti yg telah tertulis dalam Al Quran yg berbunyi bahwa Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Dg tegas dan lugas pesan dan beberapa statement mengenai riba diterangkan dg jelas dan terperinci oleh penceramah yg merupakan habaib tersebut. ohya, sekedar info kalo disana ada pasar paginya gituh jadi jangan heran banyak ibu2 atau bapak2 menjelajakan jualan ny ketika pengajian berlangsung, karena ruang aula terbuka bebas jadi tak ada yg melarang mereka dan emang tidak ada peraturan yg melarang berjualan jadi mereka bebas. Dan tema yg angkat kali ini menurutku tepat sekali, karena disana banyak penjual yg sangat rawan dg riba. Jadi mereka bisa sekaligus belajar tuk menghindarinya.

Detikpun terus brjalan karna menit menunggu nya tuk mengganti angka bilangan jam. Dan tak lama pengajianpun berakhir setelah ceramah berlangsung hanya sekitar 30menit. Dan jamaahpun mulai berdiri dan membubarkan diri meninggalkan halaman aula dan bgitupun kami juga ikut bubar setelah menunggu beberapa menit menunggu jamaah berkurang banyaknya tuk bubar.

Kami pun berhasil keluar dari keramaian jamaah dan bersegera berjalan menuju jalan raya menunggu angkutan menuju stasiun. ketika perjalanan kehalte menunggu angkutan diperjalanan tak sengaja melihat aksi seorang pemuda sepertinya diatas mobil berteriak teriak memakai toa memecah keramaian jalan sekitar tugu tani dan ditambah bus-bus pariwisata yg diisi para buruh mengiringi dari belakang mobil si pemegang toa tadi menuju kantor pemerintah tuk menjalankan aksinya. Pemandangan biasa terjadi seperti itu di ibukota yaa Demonstrasi. Tapi hari itu menjadi luar biasa karena menjadi hari istimewa bagi pekerja buruh. Kami yg menyaksikan hanya bisa melihat aksi mereka dan berharap tidak terjadi hal yg buruk. Namun tetap saja dampaknya berimbas kepada pengguna jalan khususnya angkutan umum. Dan itu kualami sendiri ketika angkutan yg ditunggu datang mengangkut ku dan rekan2ku menuju stasiun tn.abang. Diangkutan sudah berisi sesak penumpang sehingga kami harus berdiri berdesak desakan sambil melihat pemandangan macet dari jendela angkutan tersebut dikarenakan aksi demo para buruh. Hyufh..sungguh perjalanan pulang penuh cobaan hari itu. Situasi yg sungguh sangat tak diharapkan orang2 jika mengalaminya.

Ditengah perjalanan terjadi insiden kecil, rekan barenganku yg berdiri pas disampingku awalnya meletakkan kepalanya kepundakku, pikirku dia kelelahan maka ny berbuat begitu tapi selang beberapa detik badannya tiba2 terasa berat dipundakku dan seketika badannya jatuh kelantai dari posisi berdiri dalam keramaian angkutan yg sedang melaju tak karuan. akupun shock dan berkata "temanku pingsan temanku pingsan, tolong beri tempat duduk." dan akhirnya temanku itupun duduk dalam keadaan pingsan tak berdaya dan beberapa penumpang seperti ibu2 dg spontan bertindak memberi pertolongan pada temanku itu dg memberinya minyak angin yg diperoleh dari penumpang lain. tak lama kemudian seorang ibu2 akhirnya berhasil membuatnya tersadar setelah melakukan pemijatan disekitar bahu dekat lehernya. Alhamdulillah temanku itupun sadar walau dalam kondisi terduduk lemas. Sesampainya distasiun tn.abang kebetulan ada klinik aku dan teman barengankupun membawa teman yg tadi pingsan tuk mengecek keadaannya. Dan syukurlah iapun shat kembali setelah beristirahat beberapa menit diklinik itu. Akhirnya kami bisa pulang dg kereta setelah dari klinik walau pemandangan juga ramai disana tapi tak separah waktu dalam mobil angkutan umum karena dikereta kami kebagian tempat duduk.

Nah gitu deh weekend ku dipermulaan Mei ini. Insiden2 yg tak pernah terpikir terjadi begitu saja. Tapi itu semua sudah jadi bagian dari skenario Nya. Pesanku sih yg uda biasa disampaikan orang2, positive thinking selalu sama Tuhan dan niatkan setiap langkah kita tuk kebaikan dan hanya tuk beribadah kepada Nya. Moga dapat hikmahnya ya terutama si penulis. Aamiiin...

  • view 62