Entahlah... Come on laughing out loudly :)

shella syakhfiani
Karya shella syakhfiani Kategori Kesusastraan
dipublikasikan 25 April 2016
Entahlah... Come on laughing out loudly :)

Kisah ini bercerita tentang kerinduan yang tak seharusnya tumbuh. Tentang kerinduan yang telah lama hilang. Namun ternyata tak sepenuhnya hilang. Sering kita menganggap segalanya telah baik – baik saja, telah tanpa rasa, namun kenyataannya saat kita dihadapkan sesuatu yang membentur jantung hati kita, segala yang telah mundur serentak maju merasuki fikiran, tanpa aba - aba. Entah kita harus menyebutnya apa. Mungkin kita bisa memberinya nama amnesia jantung hati. Tapi kedengarannya lebay, mungkin panggilan ini lebih cocok, lorong kenangan. Hahaha masih lebay ya, oke terserah kalian akan manyebut itu apa.

Banyak diantara kita pasti pernah mengalami hal ini. Kepala terasa berat terbenam di bawah air, fikiran kita menjadi lebih berat tapi bukan karena air. Semua itu karena kenangan. Ya, memang berendam di dalam air, atau bermain hujan adalah cara terbaik untuk menutup air mata kita karena kenangan yang tak berhenti menetes. Atau mungkin menutup wajah kita dengan masker pelindung dan helm, kemudian berjalan – jalan keliling kota menggunakan motor tanpa tujuan, dan membiarkan air mata menetes dengan di iringi berbagai kenangan yang terus berputar. Hal tersebut juga menjadi cara jitu untuk menutup air mata kita, karena tidak mungkin akan ada orang lain yang kepo kemudian membuka helm kita tiba – tiba. Kecuali jika orang tersebut adalah begal.

Entahlah…sebuah kata yang sering muncul saat kita di terpa penat. Yang menggambarkan antara keikhlasan dan ke-tidakberdaya-an. Atau mungkin ketidaktahuan harus berbuat apa, karena segalanya telah terlambat. Penggunaan kata entahlah biasanya diiringi dengan helaan nafas panjang, berharap ada kelegaan didalamnya.

Kata entahlah…adalah kata yang tepat mewakili apa yang aku rasakan saat ini. Entahlah, mengapa semua ini harus terjadi? Mungkin ini yang dimaksud bahwa “Tuhan Maha membolak balikkan hati”. Berasa di ublek  hati ini. Seperti salah satu proses membuat madumongso, kita harus sering mengublek (mengaduk) kuali agar mendapatkan hasil yang pas dan mantab. Begitu juga hati, mungkin Tuhan sedang mengublek hati ini, agar nanti nya menghasilkan hati dan jiwa yang pas dan mantab.

Namun, proses ini sungguh – sungguh menyiksa batin. Bagaimana tidak? Jika saat diublek, yang kita rasa kerinduan yang semakin dalam. Ke-tidakrela-an semakin menguat dan apapun itu yang telah jauh dibelakang, tiba – tiba serentak maju merasuki jiwa kita tanpa aba - aba. Entahlah…sampai kapan hal ini kan terjadi. Kita memang telah jauh, namun kenangan – kenangan itu masih dekat, lebih tepatnya mereka mendekat. Mungkin hidup ini akan lebih renyah jika kita menertawakannya. Karena sesunguhnya hidup ini hanyalah lelucon, yang pantas untuk ditertawakan. Hahahaha.. okey aku mulai tertawa, sungguh, hidup ini sangat lucu, bagaimana bisa aku memiliki kenangan – kenangan itu? ya mungkin karena belum tentu orang lain memiliki kenangan seperti itu, #menghela nafas panjang… aku harus bersyukur, karena kenangan itu adalah pelajaran yang tidak aku dapatkan di dalam kelas dan mereka adalah sesuatu yang bisa aku tertawakan nantinya. Come on laughing out loudly :)

  • view 126