Pemuda dan Produktivitas

Pemuda dan Produktivitas

Sheila El Fira Raszad
Karya Sheila El Fira Raszad Kategori Lainnya
dipublikasikan 08 April 2018
Pemuda dan Produktivitas

Apa? Pemuda? Siapa sih pemuda itu?

Oke, jadi, menurut Pasal 1 ayat (1) Undang-undang nomor 40 tahun 2009 tentang Kepemudaan, “Pemuda adalah Warga Negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 (enam belas) sampai 30 (tiga puluh) tahun”.

Jadi yang dimaksud dengan pemuda adalah kelompok masyarakat yang berusia 16-30 tahun dimana kelompok masyarakat ini selalu mengupayakan mengeksplorasi produktivitasnya. Tapi bukan berarti mereka yang usianya dibawah 16 atau diatas 30 tahun lantas gak bisa mengeksplorasi produktivitasnya, ya, teman-teman. Cuma, idealnya sih usia 16-30 tahun.

Pemuda atau biasa disebut “Remaja” merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa dimana pada masa ini umumnya manusia akan mencari jati dirinya. Nah, pada masa ini, seorang pemuda akan terus menanyakan eksistensinya di dunia ini; menanyakan siapa sih dirinya, apa sih kesukaannya, apa passionnya, suatu saat mau jadi apa, apa yang akan dia raih, dll.

Oh iya, aku pernah denger, kalau masa ini adalah masa dimana kita banyak memunculkan ide-ide kreatif dan inovatif yang apabila terus digali akan dapat menghasilkan perubahan-perubahan yang berdampak besar pada kehidupan. It’s mean, pemuda adalah agent of change! Yak, agen pembawa perubahan. Keren gak sih? Denger statement-nya aja bikin ngeri, hehe.

Mau percaya apa enggak, sebenarnya pemuda itu memiliki kekuatan yang sangat besar dibidang apapun. Sampai-sampai, Bung Karno pernah bilang begini dalam pidatonya, “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”. Terlihatkan, betapa dahsyatnya pemuda sebagai agen perubahan. Tapi.. yang perlu temen-temen sekalian highlight disini adalah pemuda yang berpikiran positif dan produktif tentunya!

Hah? Produktif?

Iyaa, produktif. Produktif adalah turunan kata dari Produktivitas. Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), Produktivitas adalah kemampuan untuk menghasilkan sesuatu; daya produksi; keproduktifan. Sedangkan, Produktif adalah bersifat atau mampu menghasilkan (dalam jumlah besar).

Btw, untuk menjadi seorang pemuda yang produktif di zaman sekarang sebenarnya gampang-gampang susah. Yaa.. walaupun semua tergantung masing-masing pemuda itu sendiri juga, sih.

Disini aku mau maparin susahnya dulu ya, teman-teman. Di era yang serba internet ini, sadar gak kalau sosmed yang sering kita pakai itu adalah pemecah konsentrasi. Gimana enggak? Contohnya, baru belajar 5 menit aja sudah buru-buru pengen buka instagram, buka instastory, stalking-in profil doi *eh, yang padahal sebenarnya gak penting-penting amat. Iya gak? Iya kan? Hehe.

Terus apa solusinya?

Solusinya, ya, hindari buka sosmed disaat jam-jam belajar. Buka sosmednya kalau sudah selesai aja belajarnya. Biar apa? Biar pikiran dan fokus saat belajar gak terdistraksi konsentrasinya dan bisa memahami pelajaran dengan efektif.

Nah, kalau gampangnya, kan kita hidup di zaman serba canggih ini, ya. Semua aspek kehidupan mudah diakses. Mau cari inspirasi atau informasi tanpa harus kemana-mana, bisa. Misal mau cari tahu informasi tentang prediksi cuaca, bisa. Cari tahu tentang perkembangan ekonomi Indonesia dan dunia, juga bisa. Tinggal ngetik di internet, muncul deh informasinya. Kecuali kalau mau cari tahu siapa jodoh kita, nah itu yang gak bisa dicari di internet. Karena jodoh selalu menjadi misteri dalam rahasia ilahi. Huaa, ngomong apaan sih aku? Duh.

Oke, back to topic. Untuk mencapai sebuah hasil atau output, kita memerlukan visi dan misi kehidupan. Visi adalah gambaran dari tujuan kita hidup. Misalnya, visiku adalah menjadi orang yang bermanfaat. Nah, tapi belum selesai tuh. Selain maparin visi, kita juga perlu menentukan bidang apa yang akan kita tekuni; apakah bidang agama, kesehatan, pendidikan, literasi, sejarah, dsb. Dan bidang yang mau kita dalami tersebut gak harus satu kok. Bisa dua, tiga, atau lebih. Tergantung kemampuan dan kesanggupan masing-masing. Setelah menentukan bidangnya, kita juga perlu menentukan lingkup masyarakat yang kita tuju. Iya, bisa dibilang target. Siapa target kita yang akan menikmati hasil karya kita; baik itu teman, keluarga, masyarakat sekitar, atau masyarakat dunia. Kalau sudah, baru deh menentukan misinya. Kira-kira langkah-langkah apa yang akan dilakukan untuk mewujudkan visi tersebut.

Dari langkah-langkah yang akan kita lakukan, kita bisa buat rencana harian, mingguan, bulanan, hingga tahunan. Kita bisa menentukan hal apa yang akan kita hasilkan dari rencana itu. Misalnya, rencana mingguanku adalah menulis di inspirasi.co, apapun jenis dan konten tulisannya, yang penting nulis, yang penting menghasilkan karya. Gak perlu takut karena tidak berbakat. Sama kok aku juga gak bakat nulis. Tapi aku yakin, bakat itu bisa diasah kalau kita mau latihan terus, hehe. Karena hidup adalah proses. Proses apabila dilakukan bertahap, insyaaAllah akan menumbuhkan kedewasaan dalam bersikap maupun berpikir.

Teman-teman juga gak perlu takut gak dapat inspirasi, ya. Sebab inspirasi bisa didapetin dimana-mana. Dari internet bisa, dari buku bisa, dari bersosialisasi juga bisa. Kita cuma perlu melatih kepekaan kita terhadap sekitar. Tiap udah dapat inspirasi, langsung aja ditangkap, diolah, lalu dihasilkan. Jangan ditunda-tunda, takutnya keburu lupa. Kalau kata brand Nike sihJust do it!”.

Kalau teman-teman suka bersosialisasi, biasanya akan lebih mudah buat dapat inspirasi. Dengan bertemu dan berkumpul bareng orang-orang diluar, kita bisa saling bertukar cerita, keluh kesah, pendapat dan pikiran, tuh. Apalagi kalau kita bertemu dengan orang-orang yang memiliki kesamaan interest dengan kita. Pastinya akan lebih mudah untuk mencapai visi kita, karena saling mendukung satu sama lain dan lebih membuat kita termotivasi, gitu deh.

Meski sebenarnya banyak hal yang menunjang produktivitas, tapi aku kira segitu dulu yang aku paparin. Semoga bermanfaat dan memotivasi teman-teman untuk terus produktif, ya! Mari kita berjuang bareng-bareng, karena berjuang sendiri itu berat, kau tak kan kuat. Hehe. Aku tunggu kabar baik dari kalian. ;)  

  • view 98