Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Sejarah 1 April 2018   19:20 WIB
April Mop!

Pernah gak temen-temen jadi korban perayaan April Mop? Dibohongin, dijahilin, terus ujung-ujungnya cuma buat kepuasan haha-hihi mereka aja? Atau.. malah temen-temen sendiri yang pernah melakukan itu ke orang lain? Waduh..

Ngomong-ngomong, tau gak, sih, temen-temen, sejarah tentang pembantaian umat Muslim Spanyol? Iya, itu ada kaitannya dengan sejarah April Mop versi Islam! Sungguh, ini merupakan tragedi yang memilukan dibalik sejarah April Mop.

Jadi begini, pada abad ke-8 M, Panglima Thariq bin Ziyad membebaskan Islam pada Spanyol. Dari waktu ke waktu, Spanyol mulai tumbuh menjadi negeri Islam yang makmur. Islam datang bagai membawa cahaya di Spanyol. Para penguasa islam bersikap begitu baik dan rendah hati sehingga banyak orang-orang yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk islam. Tidak hanya memeluk islam, tetapi mereka benar-benar mempraktikkan kehidupannya secara islami. Tidak hanya membaca Al-Qur’an, tetapi mereka bertingkah laku berdasarkan Al-Qur’an. Al-Qur’an sangat digunakan dengan baik layaknya handbook kehidupan. Pun mereka selalu berkata “tidak” pada musik, bir, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang agama Islam. Keadaan tentram seperti itu, berlangsung hampir kurang lebih 6 sampai 7 abad lamanya.

Selama abad itu, meski selalu gagal, kaum kafir yang masih ada disekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol. Hingga pada akhirnya, dikirimlah mata-mata untuk memperlajari kelemahan umat islam di Spanyol. Sejumlah mata-mata tersebut berhasil menemukan cara untuk menaklukan Islam di Spanyol, yaitu dengan melemahkan iman umat Islam dengan serangan pemikiran dan budaya. Serangan yang halus bukan? Iya, tapi mematikan.

Maka mulailah secara diam-diam pasukan mereka mengirim alkohol dan rokok gratis ke dalam wilayah-wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk membujuk para pemuda muslim agar lebih suka bernyanyi ketimbang membaca Al-Qur’an. Mereka juga mengirim sejumlah ulama palsu yang ternyata meniupkan perpecahan di dalam tubuh umat Islam Spanyol. Dan lama-kelamaan, upaya ini membuahkan hasil.

Akhirnya, Spanyol jatuh dan berhasil dikuasai pasukan tentara Salib. Satu persatu wilayahnya mulai berjatuhan. Dan Granada merupakan wilayah terakhir yang ditaklukan, sebab demi keberadaannya, Granada sempat melakukan perjanjian dengan Kerajaan Castille (Kerajaan Kristen terkuat di Eropa) meski dengan membayar upeti emas kepada Kerajaan Castille tiap tahunnya. Namun, meski membayar upeti, tetap saja Granada tidak pernah aman dari penaklukan. Pembantaian terus dilakukan. Dalam ketidakberdayaan penduduk islam, pasukan-pasukan Salib terus mengejar mereka. Hingga jalanan menjadi sepi dan menyisakan ribuan mayat bergelimpangan genangan darah.

Akibat suasana semakin parah, penduduk-penduduk Islam di Spanyol terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Dengan lantang, tentara Salib meneriakkan pengumuman bahwa para Muslim Granada bisa keluar dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka.

“Kapal-kapal yang akan membawa kalian keluar Spanyol sudah kami persiapkan di pelabuhan. Kami menjamin keselamatan kalian jika ingin keluar dari Spanyol. Setelah ini, kami tidak lagi memberikan jaminan!”,   begitu bujuk tentara Salib.

Para penduduk islam masih curiga dengan tawaran ini. Beberapa dari mereka diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar yakin, mereka segera bersiap untuk meninggalkan Spanyol. Mereka pun bersiap untuk berlayar.

Keesokkannya, ribuan penduduk Muslim Granada keluar dari rumah-rumahnya dengan membawa seluruh barang-barangnya menuju ke pelabuhan. Beberapa orang islam yang tidak percaya tentara Salib bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumahnya. Setelah ribuan penduduk Muslim Granada tiba di pelabuhan, dengan cepat tentara Salib menggeledah dan membakar rumah-rumah mereka. Kobaran api menampakkan dirinya ke angkasa sembari memakan rumah-rumahnya yang tak berpenghuni hingga rumah orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya.

Sedangkan ribuan penduduk Muslim Granada yang tertahan di pelabuhan hanya bisa tercengang ketika tentara Salib juga membakar kapal-kapal yang akan digunakan untuk mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Mereka tidak bisa berbuat apa-apa, sebab mereka tidak bersenjata dan kebanyakan adalah para perempuan dan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Dan tentara Salib telah mengepung dengan pedang yang terhunus.

Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, dengan buas pasukan tentara Salib segera membantai dan menghabisi umat Islam Spanyol tanpa belas kasihan. Seluruh muslim Spanyol di pelabuhan itu habis terbunuh sadis. Darah menggenang dimana-mana. Dan laut biru berubah menjadi merah kehitam-hitaman. Tragedi ini bertepatan pada tanggal 1 April 1492 yang kemudian diperingati sebagai April Mop atau “The April Fool’s Day”.

Jadi sejak saat itulah cahaya Islam meredup dan menjadi tanda berakhirnya peradaban Islam di Spanyol dengan terusir dan tewasnya umat Islam disana, teman-teman.

Setelah mengetahui sejarah April Mop ini, alangkah baiknya kita gak perlu mengikuti hal bodoh ini, ya, teman-teman. Tapi.. kan, buat bercanda aja? Apa salahnya, sih? Meski bercanda, kita gak perlu berbohong, kok. Lagi pula, islam kan mengajarkan kepada kita untuk senantiasa berbuat dan berkata jujur :)

-------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------

Sumber Referensi:
https://jurnalislam.com/mengkritisi-sejarah-april-mop/
http://kisahmuslim.com/4075-runtuhnya-kerajaan-granada-kerajaan-islam-terakhir-di-spanyol.html

 

Karya : Sheila El Fira Raszad