Setenang Air, Sedahsyat Gelombang

Shanti Agustiani
Karya Shanti Agustiani Kategori Puisi
dipublikasikan 30 Juli 2017
Setenang Air, Sedahsyat Gelombang

SETENANG  AIR, SEDAHSYAT GELOMBANG

Ombak datang mengendap-endap
Mendorong perlahan perahu nelayan
Ke samudera nusantara nan luas
Namun mengapa sunyi?
Tak lagi terdengar burung-burung bernyanyi
Camar pun murung menepi

Lautan sunyi,
Kepadanya ia pasrah akan hasil tangkapan hari ini
Ketika ikan-ikan mulai berhenti menari
Dan terumbu karang tak lagi berdiri tegak
Indahnya pucat, harumnya mayat

Setenang air, nelayan menurunkan jala
Setenang ombak membelai tangkapan
Tinggal ikan-ikan tak bernyawa
Mati megap-megap tak bersisa
Yang telah diracun pukat durjana
Perahu pemusnah lari bagai terbang
Menyeberang
Ke garis batas wilayah

Lalu datanglah sang Ratu
Wajahnya teduh setenang air,               Sigapnya sedahsyat gelombang pasang

Kudanya putih surai ikal emas
Pakaian sang Ratu hitam tanpa perhiasan
Tanpa riasan
Tanpa pemanis bibir dan lisan

Ia panahkan sejauh mata memandang
Hingga anak panahnya merobek layar terkembang
Perahu asing tenggelam
Ujung biduknya urung menggapai swarga keserakahan dunia

Nelayan pulang
Kembali lagi esok hari
Dengan senyum berseri
Harapkan durjana enyah tak kembali

Tenanglah tenang
Bunda Ratu bijak bestari
Meneropong bagai mata cenayang
Panahnya tak pernah salah sasaran



  • view 124