Temali Prasasti

Shanti Agustiani
Karya Shanti Agustiani Kategori Puisi
dipublikasikan 20 Januari 2017
Temali Prasasti

Temali Prasasti

 

Temali jemuran yang hampir putus ...
Tinggal satu kali hentakan
Dari tiupan angin kering
Sebagai satu-satunya sumber sejuk
Di kota yang dulunya 'hanya' perang dingin

Ia lelah menggantung pakaian berselimut debu hitam
bekas tempias ledakan molotov
Menanti si empunya jiwa yang pergi tanpa jejak ....
Tiga hari tiga malam lupa mengangkat jemuran
Pakaian mewah mereka selama berabad-abad
Yang serat kainnya terbuat dari sutera
Beraduk sumba pelangi senja
Dirangkai dari jalinan jiwa yang bhineka
Kini ditinggalkan hina ....

Di hadapannya tinggal puing-puing kota
Hilang sudah suara embik domba
Anak-anak yang menangis kehilangan ibunya
Orangtua yang berdo' a di sela himpitan balok
Tak tertolong mati kelaparan
Bahkan hujan rahmat tak kunjung datang
Untuk sekedar menemani tetes terakhir airmata

Dulu sebelum perang saudara
Kota itu ramai perniagaan
Orang-orang bersenda-gurau menembus kasta dan agama
Gotong-royong dalam suka dan duka

Setelah ramai pembenaran
Atas keyakinan yang dipaksakan
Merasa hak dan saling menyalahkan
Kemajemukan yang damai itu tinggal khayalan
Terprasasti di temali jemuran
Yang menanti kehancurannya sendiri

Tenggarong, 19 Januari 2017

  • view 100