SUJUD

Shanti Agustiani
Karya Shanti Agustiani Kategori Renungan
dipublikasikan 09 Januari 2017
SUJUD

SUJUD

 

Manakala insan bersujud mensejajarkan dahi dengan tanah dari mana ia berasal. Sang insan kamil memberi makan pada jiwanya yang lapar akan kecukupan yang tadinya tak pernah puas akan nafsu dan materi. Ia tunduk tawaddu' tak membiarkan angkara berkuasa termasuk pembenaran diri sendiri. Sadar bahwa kebenaran Illahi adalah yang tertinggi, karenanya ia berlaku rendah hati. Membuka peluang bagi nur cahaya yang digenggam nurani setiap ciptaan Allah.

Begitulah makanan jiwa yang akan membebaskan ruh melesat menjadi cahaya yang bebas tanpa sesat kembali ke fitrahnya - ke jalan Allah Swt.

Sabda Rasulullah SAW: “Dalam diri anak Adam itu ada gumpal daging. Kalau baik daging itu maka baiklah manusia. Kalau ia rusak, maka rusaklah manusia. Ketahuilah itulah hati (ruh).” (Riwayat Bukhari dan Muslim).

Pelajaran yg dipetik, "Mestilah umat manusia pandai-pandai memberi makanan pada daging yang bertaut jiwa dan jangan lupa memberi makan pada ruh yang bertaut cahaya.". Tak melulu memenuhi pundi-pundi harta yang tak dibawa mati, tak takut pada mati tetapi bersiap membekali kehidupan ruh yang abadi pada perjalanan kembaranya  yang terakhir di alam baka.

  • view 70