Bagaimana?

Euis Shakilaraya
Karya Euis Shakilaraya Kategori Puisi
dipublikasikan 28 Januari 2016
Bagaimana?

Aku adalah pagi yang sejuknya tak pernah kau tunggu.

Aku adalah bunga yang mekarnya tak pernah kau nanti.

Aku hanya umpama janji yang membisu.

Aku tak lebih dari kata yang kau anggap sebagai kebohongan.

Kau tahu?

Aku pernah tahu tentang hati yang remuk.

Melihatnya bagai remah.

Menyingkirkannya bagai sampah.

Lantas aku bertanya pada hatiku, kau pernah seremuk itu?

Ia tak lantas menjawab. Hanya tersenyum kemudian membisu

"Kau pernah seremuk itu?"

Ia benarbenar kehilangan katakata. Hanya senyumnya yang mulai merupa sebagai seringai mengerikan.

"Jawab aku, kau pernah seremuk itu?"

Ia menggeleng.

Aku tersenyum penuh kemenangan.

Hatiku terlalu kuat. Ya, ia kuat.

Tak mungkin semenjijikan remah itu jika remuk.

Tak mungkin puingnya berserakan bagai sampah.

"Aku tahu kau tak pernah seremuk itu."

"Ya, tapi lebih menjijikan daripada remukan hati lain yang kau lihat."

"Maksudmu?"

"Tak berbentuk."

Aku menggigil.

Aku diselimuti ketakutan yang entah.

Merasa takut kehilangan tanpa benarbenar memiliki.

Merasa takut ditinggalkan tanpa benarbenar dimiliki.

Lantas bagaimana caranya aku pergi? Sedangkan berbalik arah darimu saja, aku sudah lupa caranya.

Iya, bagaimana?

  • view 124