Hidup Ini Seperti Sekolah

Mushallina Fiany
Karya Mushallina Fiany Kategori Motivasi
dipublikasikan 01 Juni 2016
Hidup Ini Seperti Sekolah

Hidup ini bagaikan sebuah sekolah. Apa yang kita dapat, yang kita lihat, yang kita dengar, adalah pendidikan. Saat bahagia, kita dididik rasa syukur. Saat kehilangan, kita dididik rasa memiliki dan rasa saling menjaga. Saat kecewa, kita dididik bagaimana untuk ikhlas. Saat gagal dan terjatuh, kita dididik mencari cara untuk bangkit. Dan masih banyak didikan-didikan lain yang tak terhitung lagi, mulai saat pertama kita menyentuh bumi hingga detik ini kita melalui waktu.

Sekolah, juga tak luput dari ujian. Ketika kita masih menjadi janin dalam rahim ibu, itulah juara pertama yang telah kita sabet. Ya, menjadi juara pertama dalam ujian seleksi mengalahkan ribuan “calon” janin lainnya, untuk masuk ke alam pertama, alam rahim. Mungkin kita tak pernah ingat, ada ujian apa saja yang harus kita hadapi di alam rahim selama lebih kurang 36 minggu di rahim ibu kita. Yang harus kita ingat, ada perjuangan besar yang telah dilakukan ibu untuk calon bayinya disana ketika itu.

Dan, hingga detik ini, tak terhitung lagi berapa banyak sudah ujian-ujian hidup yang telah kita lewati. Pun kita juga tak akan pernah tau, akan ada berapa banyak lagi masalah-masalah yang siap menghadang di hadapan sana, di kemudian hari. Misteri!

Semua  ujian, kesusahan, dan kesukaran hidup yang harus kita jalani ini adalah cara Allah menyayangi kita, cara Allah mengajari kita, cara Allah membentuk karakter kita, dan cara Allah mengajari kedewasaan dalam pola berfikir kita.

Tak perlu mengeluh, karena janji Allah itu bersifat “pasti”. Dalam firman-Nya, “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (Al-Baqarah:286)

“sesungguhnya setelah kesukaran, ada kemudahan.” (Asy-Syarh:6)

Masalah-masalah yang harus kita hadapi dalam hidup ini, tak ubahnya seperti ujian semester di sekolah. Masih ada lagi Ujian Akhir Nasional. Nah, mari sama-sama berdo’a, memohon kepada Allah, agar Allah meluluskan ujian akhir kita, dengan “husnul khatimah”, aamiiin. Sehingga, saat yudisium di hari kiamat kelak, kita bisa wisuda dengan mendapat predikat memuaskan. Insya Allah.

  • view 212