Udah, Jangan Pacaran Dulu!

Utami  Sela Monika
Karya Utami  Sela Monika Kategori Inspiratif
dipublikasikan 31 Maret 2018
Udah, Jangan Pacaran Dulu!

Udah, Jangan Pacaran Dulu! 

Pa ca ran. 3 suku kata berjuta makna. Yang dewasa ini sedang marak-maraknya terjadi di kalangan anak muda. 
 
Masa muda adalah masa dimana kita sedang mencari jati diri dengan memperluas pergaulan serta rasa ingin tahu yang amat sulit dikendalikan. Masa muda juga merupakan zona transisi bagi setiap orang untuk menuju kedewasaan. Jadi bisa dibilang, masa muda merupakan penentu dari jati diri seorang manusia. 
 
Banyak hal-hal indah yang terjadi di masa muda. Bergaul dengan sahabat, bersenang-senang, mulai lebih mengenal dunia luar. Dan dimasa muda ini pula lah, seorang hamba mulai mengenal cinta. 
 
Namun alangkah anehnya dunia saat ini. Cinta yang seharusnya dimaknai oleh fitrah dan kehormatan malah dijadikan fitnah dan perzinaan. Hakikat sejati cinta yang suci telah dinodai, martabat kehormatan seorang pemuda dan kesucian hati seorang pemudi dengan mudahnya dibuat tak berarti. Hanya karena satu alasan semu. PACARAN. Yang tak lain hanya didasari oleh nafsu.
 
Tidakkah kita ingat firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala dalam Al-Qur'an Surah Al - Isra' / 17 ayat 32 :
 
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
 
Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.
 
Na'udzubillah...
 
Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan pacaran? 
 
Pacaran adalah sebuah hubungan yang diawali dengan saling suka dan berbagi perhatian, setelah itu mulai keasikan, sang lelaki membuai dengan janji-janji tentang masa depan. Sang wanita meleleh karena buaian. Sang lelaki mencoba dengan tembakan, dan diterima oleh sang wanita dengan penuh kebahagiaan. Kemudian mulailah terjalinnya hubungan, setiap hari selalu chat, telponan, dan kabar-kabaran. Disetiap omongan terus bilang sayang, sampe gak sadar kalau itulah godaan syaitan. Akhirnya barulah timbul kesadaran, saat wanita telah menjadi korban. 
 
Ketahuilah saudariku.. 
Jika benar seorang lelaki mencintaimu, maka tentulah ia tak akan rela, wanita yang dicintainya terjerumus kedalam dosa. Apalagi sampai-sampai mengajakmu bersama ke neraka. 
 
Dan juga wahai saudaraku.. 
Wanita itu teramatlah dho'if, ia begitu mudah terbuai akan perasaan yang menggebu-gebu, jagalah kami sebagaimana seharusnya Adam menjaga Hawa.
 
Karena sungguh benar firman Allah SWT bahwa "Wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan wanita yang keji adalah untuk lelaki yang keji pula" (QS. An-Nur : 26)
 
Namun, adakah seorang saja yang berharap agar mendapatkan pasangan hidup yang buruk? Tentunya tidak, seorang lelaki yang berperangai tak elok saja, jika ditanya soal pasangan masa depan, ia pastinya akan menjawab inginkan seorang yang baik. Namun kembali lagi, layakkah seorang wanita yang baik bersama dengan lelaki yang berperangai demikian? Begitulah janji Allah. Seseorang akan ditemukan dengan pasangan yang telah Allah tentukan. Jika kita ingin memiliki pasangan yang baik, maka hal yang harus kita lakukan sekarang adalah dengan memperbaiki diri untuk selalu mencari ridho Allah SWT. 
 
Sebuah kisah masyhur dalam memaknai cinta, siapa yang tiada kenal cerita ini. Tentang Sayyidina Ali dan Fatimah Az-Zahra. Mereka yang telah lama dilanda rasa ingin memiliki, namun cukuplah Allah dan dirinya saja yang mengetahui. Hingga tiba saatnya mereka dipertemukan dalam ikatan yang suci. 
 
Pertanyaannya, adakah unsur pacaran dalam kisah ini? Tidak. 
Itulah cinta, yang mana didalamnya tiada mengandung zina dan dengan tujuan untuk mencapai syurga-Nya. 
 
Yang perlu dilakukan saat ini hanyalah terus perbaiki diri. jika cinta, cukuplah didalam do'a. Kita pasrah akan rencana-Nya. Tanpa perlu diumbar-umbar. Karena sesuatu yang teralu sering diumbar, lama kelamaan kan semakin hambar.
 
Untuk itu, kepada semua ukhuwah fillah.. 
Udah, Jangan pacaran dulu. !
 
Fastabiqul Khoirot.

  • view 129