Ayat-Ayat Antiteror

Sunan Djati
Karya Sunan Djati Kategori Buku
dipublikasikan 29 Januari 2016
Ayat-Ayat Antiteror

Bagi manusia bebas, area blog menjadi ajang melahirkan karya berupa kegelisahan, kritik, saran, bahkan gudang penyimpanan ide. Naskah mentah buku ini sebetulnya merupakan kumpulan artikel, curhat, dan refleksi blogger tentang peristiwa teror di Indonesia. Tulisan-tulisannya unik. Sebab, setiap blogger memiliki perspektif yang ragam dalam menafsirkan fenomena teror yang cenderung diinisiasi keyakinan bernama ?jihad?.

Namun, keberbedaan itu tetap bermuara pada sebuah upaya menafsirkan fenomena laku lampah manusia yang kasar dan bengis; sebagai tindakan yang mesti dijauhi. Gagasan Ayat-Ayat Antiteror ini tercetus karena kami, blogger Sunan Gunung Djati, merasa perlu meluruskan pemahaman salah kaprah dalam melegitimasi aksi teror dan diskriminatif. Wacana teror, kini dapat disaksikan di manapun.

Di instansi pemerintahan, dengan kebijakan tidak populis. Di lembaga keagamaan, dengan klaim kebenaran satu pihak (truth klaim). Aksi demonstrasi yang tak beretika. Kecurigaan-kecurigaan tak berdasar. Dan segala hal yang dapat memicu seseorang melakukan tindakan teror, mesti diberangus dan diberantas agar tak bersemayam dalam diri. Kini, saatnya, kita menggelorakan gerakan antikekerasan dalam setiap ranah kehidupan.

Yang jelas, isi buku ini hadir sebagai wakil suarasuara minoritas karena secara substansi mungkin tidak akan dilirik sebuah media massa. Kendati, ada sebagian tulisan dari beberapa blogger yang dipublikasikan media, namun isi buku ini lebih didominasi tulisan asli blogger yang tanpa ada editing subtansinya.

Bagi saya, hanya satu alasan kenapa perlu menerbitkannya menjadi sebuah buku cetak, karena kebebasan berpendapat harus diberi ruang di negeri ini. Tak salah kalau saya menyebut blog sebagai area bebas berkarya. Kita, tanpa ada tekanan dari siapa pun, menuliskan pemikiran dan ide secara leluasa. Tanpa tekanan pemilik modal, editor yang pro pengusaha atau pasar, dan ini dapat dilihat dari tulisan kawan-kawan saya ini.

Sebagai editor, saya memberi kata pengantar hanya untuk memberi tahu pembaca. Jangan mencaci, jangan memaki, jangan meledek. Karena kami begini-begini juga telah berkarya secara bebas. Hebatnya lagi, blogger adalah penulis yang ikhlas menuangkan ide. Ketika tidak mendapatkan fee dari sebuah media yang memposting tulisannya di sebuah web, mereka tidak menuntut materi. Inilah yang disebut dengan menulis berdasar kepuasan eksistensial. Adapun kalau betul mendatangkan keuntungan, itu hanya sebuah efek samping yang berkah dari Tuhan. Karena Dia telah memberi balas jasa untuk mempertahankan hidup di tengah dunia yang semakin mengarah pada gaya hidup duitisme.

Baik dan buruknya buku Ayat-Ayat Antiteror tergantung pada penilaian Anda. Selanjutnya, silakan Anda menikmati karya yang tak biasa ini. Yang jelas,?sebagai manusia beradab; kita mesti menggelorakan hidup tanpa kekerasan. Mudah-mudahan buku ini bisa menjadi langkah awal menyatukan umat beragama pada semangat kebersamaan, tanpa ada diskriminasi dan kekerasan.Terima kasih kepada kang Romel dan Kang Radea, karena tulisannya rela dijadikan sebagai Prolog dan Epilog.?Selamat membaca!

Penulis: Ibn Ghifarie, dkk
Penyunting: Sukron Abdilah
Cetakan I, November 2009
Penerbit : Irfanika

?

Untuk mengunduh e-booknya di laman?

  • view 93