Rintik Rindu

Elfiyani Fauziyah
Karya Elfiyani Fauziyah  Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 25 Januari 2016
Rintik Rindu

Hujan, mengapa kamu jatuh dengan bidang miring? Mengapa kamu tidak saja langsung jatuh secara lurus? Mungkinkah karena angin yang menerpamu, sehingga membuatmu kelimpungan dan tidak bisa menghindar?

Hujan.... Mengapa kamu turun dengan ciri khas kebasahan. Basahnya bumi dan dunia ini. Basahnya sesuatu atau bahkan seseorang yang dengan sengaja mendatangkan dirinya untuk bertemu kamu. Hujan mengapa kamu identik dengan kesuburan, hijaunya alam dan kesegaran, kesejukan serta kelembutan. Mendamaikan hati dan pikiran tiap-tiap insan yang bisa merasakan. Kamu singgah begitu sebentar untuk hari ini. Padahal biasanya kamu begitu lama, mungkin waktu itu kau ingin melepas kelelahan dalam perjalanan panjang nan jauh. Prosesmu yang menkajubkan itu memang patut terbayar. Dari menguapnya air laut hingga naik menjadi awan dan berkondensasi, membentuk gumpalan-gumpalan kristal untuk kesiapan di jatuhkan sewaktu-waktu. Mungkin itu menurut proses alam. tapi semuapun tergantung kehendak-Nya kan?

Ah...hujan...Kamu begitu romantis. Kamu berhasil membuatku basah, tak hanya dengan pakaianku, tapi juga hatiku. Sejukmu meletup-letup hingga menembus ke jantung. Hujan...kamu begitu menarik. Saat tiba-tiba saja aku pergi seperti sore ini, kau turun tanpa perkiraan dan pradugaku yang pas. Rintik kecilmu turun dan mengenai ubun-ubunku, lalu kau jatuh tepat di mataku. Kadang sesekali aku merasakan segarnya airmu masuk ke mulutku. Jelas, segarmu seratus kali lebihnya dari pada air sumur atau air dari mana kamu berasal.

Hujan...kamu tahu? Kamu berasil membuatku merindu. Lagi dan lagi, berulang kali hingga aku tak dapat menghitungnya. Merindui hadirmu yang menjadikanku periang. Merindui kamu yang menyakiti mata dengan rintik-rintik yang kau jatuhkan....Dan merindui hadirmu dengan segala kebasahan,kesejukan,kedamaian. Lagi dan lagi...


  • fly yuly
    fly yuly
    1 tahun yang lalu.
    sebab hujan tak pernah peduli kepada siapa ia akan menyapa, hujan tak peduli, dimana dan kapan ia jatuh. sebab hujan selalu tahu dimana tempat dan waktu yang tepat untuk ia jatuh.. akan selalu serupa itu...