Terimakasih telah menjagaku

Elfiyani Fauziyah
Karya Elfiyani Fauziyah  Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 22 Februari 2016
Terimakasih telah menjagaku

Musim mimpi, tahun lalu dan lalunya

Aku masih ingat betul, ketika pertama kali kau meminta bayanganku untuk datang. Kau memperkenalkan diri lewat bahasa dan gayamu yang begitu khas, lewat dunia yang katanya sempit dalam jarak dan begitu luas oleh orang-orang yang berlalu lalang.

Aku : Terimakasih telah menjaga senjaku, yang mana setahuku senja itu tidak bisa selalu mendampingi bumi ketika siang dan malam selalu menjamahya. Ia hanya bisa hadir sebagai penawar rindu dan obat setiap pasang mata yang ingin melihatnya dan menjadikannya sebagai kenangan. Ia hanya bisa menyapa bumi dan penghantar matahari ketika ingin tenggelam. Aku mewakili senjaku, memintakan kepadamu tentang permohonan maaf yang begitu mendalam. Bisakah kau terima?

Kamu : Haruskah aku yang menerima dan menanggungnya? Ketika masih ada sebagian manusia dan bahkan seluruhnya bisa menjaga senjamu? Dan dalam kenyatannya mereka masih baik-baik saja.

Aku : Tidak. Tidak begitu maksudku. Hanya saja aku tidak ingin kau terpaku kepada senja yang dalam kenyataanya tidak bisa abadi kan? Tak ingin saja kamu terbawa dalam kenangan yang selalu bisa hilang kapanpun dan dimanapun.

Kamu : (tertawa dengan menahan kegelisahan dalam dada. Khawatir jika kenangan itu benar-benar menghantuimu kelak. Tertawa penanda kamu ingin mengumpulkan kekuatan dan membesarkan hatinya.)...ha..ha..ha...tenang saja.... Aku tidak akan hanyut dalam kenangan senja. Ingat aku ini matahari, matahari yang bisa memanggil senja kapan saja aku mau. kapan saja aku ingin, aku pengatur jadwal kedatangan dan kepergiannya entah saat ia bersama bumi atau bersama lukisan jingga dan mega sekalipun.

?

?

?

Sumber foto :?http://sopwankobit.blogspot.co.id/2012/12/gambar-romantis.html

  • view 277