Valentine yang katanya "Kekinian"

Elfiyani Fauziyah
Karya Elfiyani Fauziyah  Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 04 Februari 2016
Valentine yang katanya

Kian kemari valentine semakin saja menjadi. Perayaan yang katanya merupakan hari kasih sayang itu semakin saja menjadi bahan utama pembicaraan. Terutama jika sudah mendekati bulan februari seperti ini. Banyak mereka-mereka yang sibuk untuk mempersiapkan kejutan dan bingkisan dari mulai kartu ucapan, coklat, bunga, hingga paket liburan romantis ala anak muda zaman sekarang. Kedengarannya romantis memang. Tapi tetap saja jika belum menjadi halal malah kian menambah pendapatan dosa kan? Orang yang sudah halal saja masih di "attention" untuk tidak ikut memperingati kan? ?

Apa sih spesialnya hari valentine? karena kita bisa mengungkapkan rasa sayang kita pada pacar atau kekasih? karena pengen yang kekinian? atau mungkin sekedar ikut-ikutan sama orang-orang?. Jika ditanya " kenapa harus merayakan hari valentine? ", tak urung jawabannya kurang lebih seperti ini " Biar tambah di perhatiin sama pacar, kan aku sudah ngasih coklat, bunga dan tetek bengeknya ke dia, biar dia juga tambah sayang." atau seperti ini " Ya biar kelihatan keren saja, ikut-ikutan sama teman-teman." yang ini juga " Hello, hari gini gak ngerayain valentine, gak banget deh.". Dan mungkin masih banyak jawaban-jawaban lain yang hampir mirip lah. Memang apa indahnya, toh itu hanya sementara saja kan. Keindahan sesaat yang mungkin lebih banyak mudhorotnya dari pada manfaatnya. Hitung saja, berapa biaya yang harus kita keluarkan buat membeli itu semua. Walaupun ?sudah ada diskon gede-gedean menawarkan paket bunga dan coklat dengan harga miring tetap saja itu membuang uang yang sebetulnya bisa kita gunakan buat membeli sesuatu yang lebih berharga kan? Beruntung buat dia yang sudah cari kerja sendiri, lah kalau masih minta sama orang tua bagaimana? Sudah mengurangi jatah uang jajan, tambah pula ruginya terkena tambahan dosa. Pergi sama pacar, gandengan tangan, duduk-duduk berduaan, ngobrol ngalor ngidul yang katanya membicarakan masa depan. Masa depan yang mana? Jika memang masa depan, berarti dia sudah berani untuk menemui orang tuanya dan menjadikan tanggung jawabnya sebagai halal kan?

Valentine katanya hari kasih sayang. Itu menurut mereka di masa sekarang. Memang tahu sejarahnya bagaimana? Begini menurut sejarah, valentine yang katanya symbol hari kasih sayang ternyata adalah peringatan hari kematian. Dahalunya pada masa romawi, ada tentara yang bernama Santo Valentinus. Ia tentara yang diam-diam menyembunyikan cinta pada seorang wanita, padahal saat itu sangat dilarang untuk mencintai siapapun karena alasan takut meganggu konsentrasi dalam peperangan. Akhirnya ia ketahuan dan sang raja marah hingga memenjarakannya, ia di hukum mati secara sadis tepat pada tanggal 14 Februari. Dan orang-orang pada masa itu mempercayainya sebgai hari kasih sayang ?dan turun temurun hingga sekarang. Sebelum meninggal ia menuliskan surat pada kekasihnya itu dan mengatakan ?Be My Valentine?. Emang apa artinya?. Valentine sebenarnya dari bahasa latin yang artinya ?Yang Maha Perkasa?. Itu si buat kepercayaan mereka. Kepercayaan memang beda-beda, tapi untuk kita orang muslim bisa menjadikan kemusyrikan. Karena kita tengah mempercayai perkasanya manusia dan bukan Yang Memang Maha Perkasa (Allah tentunya).?

Maka dari itu, cukup saja sembunyikan rasa sayangmu pada dia sampai halalnya nanti. Tak usah berebihan tak usah pula muluk-muluk. Kasih sayang juga masih bisa diapresiasikan di hari apa saja kan? Masih banyak hari kasih sayang yang lebih berharga dan lebih penting. Kasih sayang di hari ayah dan juga di hari ibu. Kasih sayang yang akan di kenang jika memang di letakkan pada tempat yang tepat dan sepadan. Kasih sayang yang bisa di rayakan dengan apa saja, dimana dan kapan saja tanpa membebani hari perayaan. Cukup dengan mensyukuri kan? Karena tengah dianugerahi rasa sayang padanya? Yang mungkin belum di pertemukan, sudah di pertemukan tapi belum berani mengemukakan atau mungkin sudah sering bertemu tapi masih tidak tahu bahwa kelak dia yang akan menjadi temu. Cukup yakini saja bahwa kasih sayangmu akan disampaikan oleh-Nya. Tanpa harus pusing-pusing memikirkan dan merencanakan surprise sedetail dan seromantis apa. Lebih baik lagi kasih sayang itu di tunjukkan kepada mereka yang menyayangmimu dari sejak dalam kandungan hingga sekarang. Sayang yang tiada akhir. Sayang yang selalu di nomersatukan walau tua sudah mulai menjadi teman. Sayang yang tetap di utamakan walau kau sudah menjadi halal bagi orang lain. Dan sayang yang masih mereka kenang walau kamu sudah melupakan. Saya berharap semoga kita tidak tergolong orang demikian. Amin :) :) :)

?

?

?

?

?

?

?

?

?