Anjani #2

Elfiyani Fauziyah
Karya Elfiyani Fauziyah  Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 17 September 2016
Anjani #2

Ini masih tentangku Anjani, bolehkah aku bercerita kembali padamu. Semoga saja boleh...

Anjani, kamu tahu aku kan? Aku masih menjadi seseorang yang sulit untuk tergugah hatinya. Mungkin jika diibaratkan maka hatiku sekeras batu. Aku kurang tahu, ia tersebab oleh apa atau jangan-jangan karena perbuatan-perbuatanku yang tidak DIA sukai. Aku takut ia menjadi watak, aku takut ia mengakar dalam diriku anjani. Tersebab lisanku yang sering kali terpeleset, pendengaranku, penglihatanku yang menjadikan-Nya tidak senang . Namun batupun masih bisa terkikis oleh air hujan, dan pertanyaanku Anjani, apakah hatiku masih bisa seperti itu. Lalu oleh apakah atau siapakah? Maukah kamu memberikan jawabannya untukku?

Anjani, apakah aku mengeluh padamu? Mungkin saja iya. Katamu sebaik-baik keluhan atau sebesar apapun keluhan, keluhkanlah di hadapan-Nya. Lalu pertanyaanku, apakah keluhanku akan di terima anjani. Sedangkan kamu tahu aku seseorang seperti apa. Bersyukurpun di bilang tidak pernah, manusia merasa paling. Paling iri, paling sombong, paling berlagak apalah dan itulah. Terkadang aku ingat, tapi ingatpun hanya sedikit anjani. Ketika aku sedang sakit atau aku sedang susah saja. Aku begitu jahat kan anjani, tak pernah merasa bahwa semua adalah nikmat.

Anjani, lalu aku mulai berandai-andai menjadi orang lain, menjadi mereka yang bisa bertemu dengan orang-orang lain yang lebih hebat, tapi apakah aku akan lebih bisa bersyukur dari keadaanku yang sekarang? Lalu jika saja aku masih bisa mengulang waktu, membuat keputusan-keputusan yang lain, keputusan yang berbeda dari keadaanku yang sekarang, apakah aku juga masih akan tetap bersyukur dari keputusanku yang sekarang?

Anjani, jika aku di hadapkan pada pekerjaan yang lain, menempati posisi orang lain, menjalani hal-hal lain. Apakah aku akan tetap bersyukur dari keadaanku yang sekarang?
Jika aku di lahirkan di keluarga yang lain, tumbuh dengan orang yang lain lagi dari keadaanku yang sekarang. Apakah aku masih bisa bersyukur dari kehidupanku yang sekarang?

Anjani, akankah Dia memaafkanku Masih suka menghitung nikmat-nikmat yang segalanya telah kuterima. Ketika nikmat itu tidak bisa ku beli dengan harga berapapun.

  • view 171