Anjani #1

Elfiyani Fauziyah
Karya Elfiyani Fauziyah  Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 17 September 2016
Anjani #1

Anjani.... Aku malu, malu pada diriku yang masih merasa sendiri, menatap langit-langit yang hampa tanpa hiasan kunang-kunang. Menjadi manusia yang begitu jauh dari sampan kerinduan. Menjadi lena di perdaya oleh waktu, menata barisan dalam kemalasan.

Anjani aku malu, malu bahwa aku mengakui sebagai umatnya. Padahal keadaanku begitu mengerikan. Jiwaku tertutup, hatiku masih terombang-ambing. Tutur kataku tidaklah sopan, gayaku mengikuti keanehan. Aku malu anjani, malu menjadi umatnya. Sedangkan imanku masih kembang kempis, ibadahku masih saja tidak karuan. Aku masih menjadi manusia paling mengenaskan.

Tapi Anjani, aku ingin sekedar memulai, setidaknya memulai untuk menjadi perindu ulung. Tetapi belum sempat aku maju ke jalan itu, tiba-tiba saja aku menjadi jauh bahkan begitu jauh. Meninggalkan sampan tanpa salam perpisahan.

Lalu, jika tiba-tiba aku melihat orang lain berhasil merindu, dadaku sesak dan mulutku terkunci ada sesuatu yang membuat ku menjadi takut. Hatiku sakit, anganku bertanya mengapa aku tidak bisa seperti mereka.

Anjani, mungkin aku melupakan sesuatu. Aku menjadi lupa bahwa aku mempunyai banyak dosa. Ia larut dan mendarah daging dalam tubuhku, sampai-sampai aku enggan untuk membersihkannya kembali. Ia mengakrabi diriku, hingga aku lupa bagaimana cara kembali. Ia menjelmaku dan menginginkanku menjadi pujaan hatinya.

Anjani, aku bertanya-tanya pada diriku "lalu aku harus bagaimana?". Aku bingung harus memulai dari mana. Bagaimana aku bisa menjadi seperti mereka, sedangkan aku begini. Masihkah pantas dan masihkah bisa.

Anjani, kamu tahu akan diriku. Kamu begitu mengerti kepribadianku. Kamu tahu akan sifatku. Lalu aku harus bertindak bagaimana. Aku ingin melabuhkan rasa menakutkan ini, aku ingin menenangkan rasa yang tak karuan, mempertemukan sesuatu yang kunamainya sebagai rindu kecil. Anjani, aku ingin mengakrabi rindu itu. Seperti mereka, seperti orang-orang hebat terdahulu. Lalu aku harus bagaimana anjani, bolehkah aku menangis karena aku belum bisa melabuhkan rinduku.
Aku harus menjadi bagaimana, agar aku layak di sebut sebagai umatnya

  • view 144