Ijinkan Aku Kembali

Elfiyani Fauziyah
Karya Elfiyani Fauziyah  Kategori Motivasi
dipublikasikan 29 Januari 2016
Ijinkan Aku Kembali

?Terimakasih kau telah hadir dengan bayang-bayang semu itu. Kau memang tidak nampak, tapi bagiku kau selalu tampak. Berbagai jenis macam bunga ingin aku rangkai dengan kegigihanku serta kerja keras ku dalam memetiknya. Dan aku ingin menghadiahkannya kepadamu. Aku rapuh, aku begitu rapuh hingga waktu itu aku terjatuh, aku terjatuh dalam jurang yang begitu tinggi menjulang, aku terperosok dalam lereng yang begitu mengerikan. Seolah-olah aku tak punya harapan untuk bertahan. Bahkan untuk sekedar menghembuskan nafas pun aku tak sanggup. Saking rapuhnya aku kala itu, tiba-tiba saja ada sebatang pohon yang berhasil membuatku tersangkut pada dahannya. Aku begitu bersyukur, karenanya aku masih di berikan kesempatan oleh-Nya untuk sekedar menghembuskan nafas, menenangkan hati yang begitu takut, takut akan keadaan, kesendirian, dan kehampaan sekitar.?
?
? ? ?Melaluinya jua aku belajar. Aku belajar bagaimana rasanya sendiri, dalam hampa, ketakutan yang mendera. Bahwa semua itu tidaklah nyaman. Begitu banyak perjuangan yang harus aku lakukan sebelum aku memutuskan untuk mengakhirinya dalam kegelisahan yang tiada bermanfaat bahkan begitu di benci oleh-Nya. Terimakasih atas uluran tanganmu kala itu. Bagiku, kau hadir di waktu yang tepat, mungkin sebenarnya kau hadir lebih dulu, barangkali aku yang baru merasaknnya sekarang. Maafkan aku, yang tidak memperhatikan kepedulianmu waktu itu, atau waktu-waktu lain sebelum itu. Maaf atas segala kepayahanku dalam mengartikan keadaan. hampir setiap saat setelah itu aku selalu datang. Ketika aku datang dengan segala luka, kau hadir dengan penawar obat dalam genggaman tanganmu. Ketika aku hadir dengan tumpahan air mata, kau selalu siap untuk menyediakan bahumu untukku bersandar, beriringan setelah itu kau ambil sapu tangan dari sakumu dan kau berikan kepadaku, berharap aku menghapus lelehan air kepedihan itu dan aku usapkan segalanya ke sana. Agar kau juga dapat turut menghapus segala duka lara itu. Katamu aku bisa jika aku yakin untuk bangkit, tinggalkan segala kepedihan dan bangkitlah bersama kebahagiaan. Kebahagiaan yang menunggumu di pintu gerbang itu. Kebahagiaan dengan segala impian disana.?

? ? Terimakasih karena kau begitu berani mengenalkan aku pada dunia. Duniaku yang baru, dunia yang penuh dengan sambutan dan ucapan selamat kepadaku. Duniaku yang baru, dunia yang akan mengiringi langkahku dalam mencoreti tinta kebahagiaan itu. Dunia dan segala isinya yang kan mendukungku menuju asa yang lebih baik. Dunia dengan sejuta kenangan yang akan aku kubur dan jika perlu kutindas habis-habisan agar aku tak lagi mengingat bahkan mengenali kepedihan itu. Ijinkan aku untuk kembali. Menata duniaku yang baru, mempersiapkan segala kebutuhan ini dan itu, merencanakan dan melakukan hal-hal yang menurutmu adalah hal yang lebih baik untuk aku lakukan. Menemui mereka-mereka yang menyambutku dengan uluran tangan dan senyuman. memberi dan berbagi, berjuang bersama dan membantu melawan segala ujian yang kan tiba-tiba saja datang menerpa. Hingga aku akan terlihat begitu tegar dan kuat dalam menghadapinya nanti, entah itu kapan tapi katamu ia pasti akan datang. Setidaknya aku telah punya pondasi dan aku punya beberapa cara dan jurus untuk menghadapinya. Ijinkan aku untuk menata kembali hal-hal yang telah aku perbuat kala atau sebelum itu. Ijinkan aku untuk menunjukkan kepada dunia, bahwa aku telah datang dan menjadikannya takluk untuk menuju asa yang lebih baik, tidak hanya di mata kita tapi juga di mata-Nya.?
?
sumber foto :?http://nayamoeda.tumblr.com/page/3

?

  • view 225