Untuk Hati Yang Tertawan

Elfiyani Fauziyah
Karya Elfiyani Fauziyah  Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 27 Januari 2016
Untuk Hati Yang Tertawan

Ia memang tak kelihatan tuan. Ia memang pintar menyembunyikan keadaan. Tak terlalu sulit baginya untuk mempengaruhi teman lain dalam mengatakan kebohongan. Mungkin melalui matanya, raut wajah, mulut dan telinganya. Bahkan ia tak pernah setengah-setengah dalam menghipnotisnya. Dalam sekejap dan dengan begitu singkat. Herannya, ia tak pernah bisa membohongi diri sendiri kan? Aku pun bertanya-tanya tuan, Sebesar apakah pengaruhnya padaku? Atau mungkin padamu? Mungkin sebesar arti kehidupan ini bagiku atau mungkin sebesar apapun ukuran yang begitu tak terukur bagimu. Tuan, sebenarnya hati itu tak pernah bisa membohongi kepada dirinya sendiri. Ia mengartikan ?Tidak? melalui bahasa tubuhnya, tapi yang ia katakan adalah jawaban ?Ya?. Berhati-hatilah tuan, artikanlah jangan hanya melalui bahasa tubuhnya tapi melalui bisikan, bisikan hati dan terpatrinya jiwa. Mungkinkah itu lebih baik?

Ia memang selalu rapuh tuan, rapuh untuk hanya di letakkan pada raga seorang perempuan. Karena ia selalu di balut dengan perasaan. Ia mencoba untuk tidak mengeluhkan dan mencoba untuk memenangkan. Tapi fikirannya selalu kalah dengan perasaanya. Ia mencoba untuk menyadari bahwa hal yang telah di berikan merupakan keadaan teradilnya untuk membuatnya menjadi milik perempuan itu.

Ia mungkin selalu menjadi yang terkuat dan tertangguh tuan, untuk hanya di sandarkan dan di singgahkan pada seorang laki-laki. Karena ia selalu terbalut dengan tanggung jawab yang amat besar? Benarkah begitu tuan? Mungkinkah ia ingin menjadi seelastis pegas ? ataukah menjadi sekeras batu? Mungkin juga selunak mainan malam adik kecil itu. Ah.. aku tak begitu paham tuan.

Untuk hati yang mungkin sedang di rundung rindu? Untuk hati yang mungkin sedang di tempa bebatuan besar? Untuk hati yang mungkin sedang terkikis oleh aliran hujan? Untuk hati yang mungkin sedang tertambat pada pepohonan tinggi nan besar? Untuk hati yang mungkin sedang mendung? Untuk hati yang mungkin sedang mencoba melepaskan deburan ombak di pantai? Dan untuk hati yang mungkin penuh dengan sejuta rasanya karena sedang tertawan. Tetaplah menjadi hati yang selalu hati-hati. Mungkin tertawan pada Yang Maha Menawan adalah jalan terbaik sebelum menawankan pada hati yang ingin di tawan? Bukankah begitu tuan?

?

?

sumber foto :?https://www.pinterest.com/Railaziya/all-about-hijab/

?

??

  • view 250