Versi Bahagiaku

Elfiyani Fauziyah
Karya Elfiyani Fauziyah  Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 27 Januari 2016
Versi Bahagiaku

Bahagia bagiku adalah aku yang masih bisa merasakan bagaimana nafas bisa tetap terhembuskan, jantung tetap bisa berdetak, tangan masih bisa menggapai, kaki masih tetap bisa melangkah dan seluruh raga masih bisa di fungsikan seperti biasanya. Entah sudah berapa kali kita mintakan dihadapan-Nya untuk selalu menjaga, tidak hanya sebagian bahkan seluruhnya dari apa yang kita miliki dan mintakan.

Ketika aku masih bisa melirik mentari dari balik selimutku dan melihatnya muncul dari ufuk timur dengan perlahan demi perlahan menampakkan sinar kehangatannya K.etika aku masih tetap bisa menyaksikannya tenggelam ke ufuk barat dengan guratan-guratan senja yang begitu memikat mata. Pesona jingganya yang begitu tenang dan mendamaikan. Karenanya, aku masih di beri kesempatan untuk membuka lembaran baru dan mengisi hari yang lebih baik. Bahagiaku ketika masih bisa merasakan ketenangan itu, ketenangan yang dicari setiap orang, tidak sekedar untuk menginspirasi bagi diri tapi juga tempat untuk menghambakan diri pada-NYa.

?Bahagiaku, ketika masih bisa menahan kesedihan dengan segala kekuatan dan jerih payahku untuk menutupnya dengan segala senyuman, karena pada saat itu aku masih bisa merasakan bagaimana menjadi sakit, bagaimana menjadi luka tetapi aku masih tetap bisa bertahan. Bahagiaku, ketika masih bisa mengatasi masalah-masalah yang terjadi pada diri dan bersamaan setelah itu aku bisa berjuang untuk mengatasi dan menjadikannya pelajaran yang berarti, karena pada saat itulah aku sedang diuji, diuji untuk sengaja membuat benteng kekuatan atau malah merobohkannya. Bahagiaku, ketika aku masih bisa melihat mereka-mereka tersenyum walaupun aku yakin masih banyak sesuatu yang tersimpan dari balik senyuman yang telah mereka tunjukkan, tapi setidaknya mereka telah menampakkan kekuatannya masing-masing.

Bahagia adalah aku yang masih bisa menjadi kendali dan alasan mereka untuk mengatakan ?karenamu, aku bisa menjadi bahagia?. Untuk seseorang yang tentunya special yaitu kedua orangtua dan keluargaku. Atau bahkan seseorang yang sengaja hadir dengan ketidaktahuan diri kita.

Bahagia itu adalah aku, kamu dan kita tentunya yang masih bisa bersyukur dengan segala pemberian yang telah DIA berikan. Semuanya, tanpa terkecuali. Secara bijak, secara adil dan secara merata. baik yang kita tahu ataupun tidak , yang kita sadari ataupun tidak, dan yang kita ambil manfaat dan artinya ataupun tidak atau mungkin yang kita rasakan ataupun oranglain yang tengah merasakan.. Karena DIA lah yang Maha tahu apa yang kita butuhkan dan apa yang membuat kita bahagia. Bahagia selalu berada di samping mereka yang selalu bisa menganggap jikalau ALLAH? selalu berada di dekatnya.

?Bahagia itu ketika kita tetap bisa tersenyum ....senyuman adalah kekuatan indah untuk memberikan respon terbaik.

?

?

  • view 138