"Kegelapan, tak semestinya harus menyesatkan"

Zenobia Lamos
Karya Zenobia Lamos Kategori Motivasi
dipublikasikan 14 Maret 2016

Seringkali kekecewaan itu hadir.
Tak jarang pengkhianatan pun sering kita rasakan.
Entah karena seorang teman. Ataukah karena seorang kekasih
Dan meninggalkan sebuah luka yang tak terlihat.
Namun luar biasa akan rasa sakitnya...

Rasanya, ingin sekali kita membalas.
Ingin berteriak sekencang mungkin.
Berharap dia atau mereka memahami
apa yang tengah kita rasakan...

Percayalah, balas dendam hanya akan
menghilangkan kedamaian di hati.
tidak hanya di hati, melainkan di dalam
kehidupan kita. Mungkin memang sulit.
Tetapi lebih sulit lagi apabila kebencian
selalu kita tanam untuk berpuas diri.

"Karena kedamaian dan Ketenangan jiwa akan terus terkoyak
Dengan adanya kebencian yang mendalam..."

Balas membalas. Cakar mencakar.
Bukanlah pilihan untuk kita lakukan
dan bukanlah pilihan yang pantas untuk
terpilih. Sulit untuk ikhlas? memang sulit.
Jika tidak ada keinginan yang kuat...

"Ketika amarah memuncak. Ingatlah, kita memiliki
Harga diri untuk selalu kita jaga.
Membalas tidak akan menghasilkan apa-apa.
hanya akan membuat kita semakin lemah dengan
keadaan yang sama.
Cukupkan, dengan memberikan kebenaran tanpa
melebiih-lebihkan. Tanpa harus kehilangan kesantunan.
yang selalu orang tua kita ajarkan semasa kecil..."

Berpetualang.
Jika amarah masih menyulitkan mu dalam mengungkapkan kebenaran.
Pergilah sejenak, carilah tempat untuk menenangkan pikiran dan batin mu.
Perlu kita ingat "Tempat untuk menenangkan pikiran" adalah tempat
dimana kita bisa bersandar. Bukan suatu "Ketenangan" instant
yang bisa kita konsumsi. Misalnya menenggak minuman keras dan obat-obatan
Terlarang, Keduanya, hanya akan membuat kita semakin merugi dan semakin rapuh karenanya.

Air mata.
Dengan menangis bukan berarti kita lemah.
karena air mata menandakan, bahwasannya kita adalah
manusia yang memiliki nurani. Dan sesekali, membasuh hati kecil
itu pun sangat penting. Ketika di dalamnya, sudah terlampau banyak
kandungan kebencian dan keterlukaan. Maka air matalah, yang sanggup
meleraikan keduanya, menjadi sebuah ketenangan.

Berdoalah.
Apapun kepercayaan mu. Apapun lantunan doa yang biasa kamu lantunkan.
Tuhan kita, adalah Tuhannya semesta alam.
Ungkapkan keluh kesah mu. Karena Tuhan selalu mendengarkan.
Tumpahkan semua beban yang tengah bermukim di dalam pikiran mu.
Percayakan kepada Sang pemilik kehidupan. Semua akan baik-baik saja.
selama kamu meyakini nya. Maka, yakinilah!

Curahkan.?
Manusia adalah makhluk sosial. Sekeras apapun kamu menentangnya.
Kita akan selalu membutuhkan orang lain. Layaknya bumi dan matahari.
Dua hal yang saling berkesinambungan. Saling membutuhkan. Tanpa terbatas
oleh waktu. Pilihlah seseorang yang kamu percayai untuk menjadi pendengar?
yang baik. Sehebat-hebatnya siapapun kamu, adalah sekurang-kurangnya kita?
manusia yang tak mampu sempurna. Perlahan tapi pasti, titik lemah akan?
datang menghampiri.

Seni.
Menggambar. Menulis. bernyanyi. dan yang lainnya
Segenggam rasa yang mampu menjadi sebuah karya.
Tak perlu takut akan hasilnya. Tuailah pengalaman yang semakin
mempertajam keahlian mu. Lakukanlah semata-mata hanya untuk
Menuangkan beban tanpa merugikan siapapun.
Kelak, kita pasti kan terbiasa.
Bahwa kegelapan tidak semestinya
menyesatkan....
melainkan menjadi sebuah keuntungan di kemudian hari...

Catatan:
Penulis hanya menguraikan, sesuai dengan pengalaman pribadi.

serta yang pernah di alami oleh orang-orang di sekitar.
berbagi itu indah, termasuk berbagi pengalaman.
Sebanyak apapun harta, tidaklah menjamin kebahagiaan.
selama kita tidak mampu bergerak untuk peduli.
ketimbang memilih untuk membisu dan menemui kebuntuan
pada akhirnya.



Salam.



Tabik.
Penulis:
Aghana V Idents.
Gambar:
Source by Google.


  • view 165